DUNIA
Trump Mendadak Batalkan Serangan ke Iran
AKTUALITAS.ID – Setelah beberapa hari melontarkan ancaman keras terhadap Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusan mengejutkan. Trump mengklaim telah membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah adanya permintaan penundaan dan kesepakatan yang disebut berkaitan dengan Selat Hormuz serta isu nuklir.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya. Ia mengatakan militer Amerika Serikat sebenarnya telah berada dalam posisi siap melancarkan operasi besar terhadap Iran.
Trump menyebut serangan yang disiapkan memiliki kekuatan militer yang, menurut klaimnya, belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II. Namun, ia memutuskan menahan operasi tersebut setelah, menurutnya, Iran dan sejumlah negara di kawasan meminta penundaan.
Menurut Trump, kesepakatan yang sedang diupayakan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh serta pengakhiran ancaman program nuklir Iran.
Ia menegaskan pembatalan serangan dilakukan dengan harapan kesepakatan tersebut dapat segera diwujudkan. Trump juga mengklaim Israel mendukung langkah tersebut sebagai bagian dari upaya mencapai penyelesaian konflik.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi independen maupun pengumuman resmi dari pemerintah Iran yang membenarkan adanya kesepakatan sebagaimana diklaim Trump.
Sebelumnya, Trump kembali mengeluarkan ancaman keras kepada Teheran. Dalam rapat kabinet, ia menegaskan Amerika Serikat akan terus menekan Iran dan tidak akan membiarkan negara itu memiliki senjata nuklir.
Di sisi lain, Iran merespons ancaman Washington dengan peringatan balasan. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menyatakan Teheran siap memperketat penutupan Selat Hormuz apabila Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan militer dan blokade laut.
Menurut Zolghadr, langkah tersebut akan berdampak luas terhadap perdagangan dunia, pasar energi global, hingga kepentingan ekonomi Amerika Serikat sendiri.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Karena itu, setiap ancaman penutupan kawasan tersebut selalu memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Meski Trump mengklaim serangan telah dibatalkan, situasi di Timur Tengah masih dinamis. Belum jelas apakah pernyataan tersebut akan benar-benar membuka jalan menuju perundingan atau hanya menjadi jeda sementara di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. (Mun)
-
RAGAM17/09/2026 13:30 WIBCDC: 48 Negara Bagian Laporkan Lonjakan COVID
-
NASIONAL17/09/2026 17:00 WIBBakom RI: Prabowo Gagas Akademi Khusus Pejabat
-
NASIONAL17/09/2026 09:00 WIBAndina Dorong Revitalisasi BTS di Kalteng
-
RIAU17/09/2026 15:30 WIBSindikat SIM Palsu Dibongkar, Tiga Pejabat Polres Siak Diberikan Penghargaan
-
POLITIK17/09/2026 06:00 WIBKetum Parpol Diam-Diam Sepakat PT 5%
-
JABODETABEK17/09/2026 06:30 WIBKamis! SIM Keliling Buka di 5 Titik
-
POLITIK17/09/2026 13:00 WIBPDIP: Syarat Parlemen 5% Biar Gampang Atur Kuasa
-
NUSANTARA17/09/2026 08:30 WIBBandung Diguncang 26 Kali Gempa dalam 12 Jam

















