DUNIA
Tokoh Sayap Kanan India Ditangkap Gegara Komentar Pemerkosaan
AKTUALITAS.ID – Mulut tak bermoral tokoh sayap kanan India, TG Mohandas, akhirnya mengantarkannya ke balik jeruji besi. Kepolisian terpaksa menyeret Mohandas dari kediamannya di Mattanchery menuju kantor polisi siber Thiruvananth pada Minggu (9/8/2026) malam, usai rentetan pernyataannya yang sangat menjijikkan dan melukai nurani publik.
Penangkapan ini adalah buntut dari komentar gilanya terkait aksi demonstrasi Gen Z dari Cockroach Janta Party (CJP) pada Juli lalu. Bukannya merespons substansi tuntutan pendemo soal pengunduran diri Menteri Pendidikan akibat skandal kebocoran soal ujian, Mohandas justru melontarkan analisis kotor yang tak masuk akal.
Secara sadar, ia mengaitkan aksi protes turun ke jalan tersebut dengan potensi pemerkosaan massal. Lebih biadabnya lagi, Mohandas dengan enteng menyebut bahwa jika pemerkosaan itu terjadi, tidak akan ada korban yang melapor. Alasannya? Ia mengklaim “gadis-gadis itu menikmati pemerkosaan.”
Pernyataan sakit jiwa ini ia lontarkan tanpa rasa bersalah melalui sebuah video di akun “Pathrika”.
Arogansi Mohandas tak berhenti sampai di urusan melecehkan martabat wanita. Merasa kebal, ia sesumbar bahwa jika dirinya berkuasa, ia akan langsung memberlakukan jam malam. Lebih parah lagi, ia menebar ancaman berdarah ala diktator untuk membubarkan para pendemo dengan timah panas.
“Saya akan melepaskan tembakan walaupun ada yang terluka atau meninggal dunia,” ancamnya arogan.
Video provokatif penuh ujaran kebencian itu sebenarnya sudah beredar luas sejak unjuk rasa berlangsung bulan Juli lalu. Tak ayal, penangkapan yang baru direalisasikan sekarang ini memicu cibiran keras. Pemerintah negara bagian dinilai terlalu lambat, tutup mata, dan terkesan melindungi Mohandas dari jerat hukum.
Publik tahu betul siapa Mohandas. Pria ini bukan orang sembarangan, melainkan aktivis pentolan Bharatiya Janata Party (BJP), partai penguasa pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.
Selama ini, Mohandas sering wara-wiri di media nasional sebagai koordinator sel intelektual partai. Sebuah gelar yang kini terdengar sangat ironis mengingat betapa bobrok dan berbahayanya isi kepala pria tersebut. Kini, publik menuntut keadilan agar sosok penebar teror dan pelecehan ini dihukum seberat-beratnya! (Mun)
-
NASIONAL10/08/2026 11:00 WIBSertifikat Pramuka Garuda Tak Bikin Lolos Polri Tanpa Tes
-
EKBIS10/08/2026 09:30 WIBIHSG Awal Pekan Dibuka Melesat ke Level 6.440,308 Saham Kompak Hijau
-
EKBIS10/08/2026 10:00 WIBRupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia
-
POLITIK10/08/2026 19:00 WIBPKS Buka Pintu Kabinet Non-Parpol, PDIP: Terserah Presiden
-
POLITIK10/08/2026 10:00 WIBPKS: Reshuffle Wajib Rekrut Orang Baru
-
DUNIA10/08/2026 12:00 WIBStok Rudal AS Menipis, Pentagon Panik Kejar Produksi
-
NUSANTARA10/08/2026 15:30 WIBCekcok Rumah Tangga Berakhir Maut di Banyuwangi
-
EKBIS10/08/2026 11:30 WIBKripto 10 Agustus: Bitcoin Hijau, HYPE Merah Paling Dalam

















