Connect with us

NUSANTARA

Karhutla Palangka Raya Hanguskan Rumah Warga

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengamuk di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (8/8/2026) siang. Ganasnya kobaran api bahkan merembet hingga menghanguskan satu unit rumah warga yang kebetulan sedang tidak berpenghuni.

Titik api bermula di kawasan Jalan Kalibata Ujung, Kecamatan Jekan Raya. Teriknya cuaca dan embusan angin kencang membuat api bergerak liar memakan lahan gambut kering di sekitarnya.

Berdasarkan visual di lapangan, kepulan asap tebal membubung tinggi ke langit. Jalur api yang tak terkendali nyaris menelan gedung sarang burung walet serta menjalar ke kawasan permukiman padat penduduk.

Petugas gabungan dan relawan pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berjibaku melakukan penyekatan. Namun, upaya pemadaman diadang masalah klasik: krisis air.

BACA JUGA  Api Liar Melahap 118 Hektare di Bangka Tengah

Minimnya sumber air di lokasi kejadian membuat tim pemadam kesulitan menjinakkan titik api yang terus menyebar. Kondisi ini memaksa sejumlah petugas turun tangan melakukan pemadaman manual secara nekat. Mereka harus memukul mundur laju api hanya dengan menggunakan dahan dan ranting pohon demi mencegah kobaran melompat ke rumah warga.

Di tengah kepanikan dan perjuangan memadamkan api, mencuat fakta mengejutkan. Lahan tersebut diduga kuat sengaja dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Kecurigaan ini diungkapkan langsung oleh Hancen, salah satu relawan pemadam kebakaran di lokasi. Ia bersaksi melihat sesosok pria mencurigakan saat api masih berskala kecil.

“Kami sempat melihat ada orang di lokasi saat api masih kecil. Diduga kuat orang itu yang membakar lahan, karena setelah itu dia langsung kabur tancap gas pakai motor trail,” ungkap Hancen.

BACA JUGA  BMKG Prediksi Musim Kemarau Datang Lebih Cepat

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas maupun motif terduga pelaku. Namun, kesaksian relawan ini menjadi petunjuk penting bagi aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan memburu pelaku pembakaran.

Saat ini, kondisi di Palangka Raya masih dalam status waspada. Titik-titik api baru berpotensi terus bermunculan mengingat luasnya area gambut yang terbakar. Di tengah ancaman musim kemarau panjang dan ketersediaan air yang semakin menipis, petugas dan warga dituntut bekerja ekstra keras demi mencegah karhutla kembali memakan korban. (Kusuma/Mun)

TRENDING