NUSANTARA
Asap Pekat Paksa Sekolah di Palangka Raya Berubah Total
AKTUALITAS.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memperlihatkan dampak serius di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Memburuknya kualitas udara memaksa pemerintah mengambil langkah darurat dengan memangkas jam belajar di sekolah serta menghentikan berbagai aktivitas luar ruangan demi melindungi kesehatan para siswa.
Kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat membuat kegiatan belajar mengajar tidak lagi berjalan normal. Sekolah-sekolah diminta menyesuaikan durasi pembelajaran, sementara aktivitas yang berpotensi meningkatkan paparan asap, seperti upacara bendera, olahraga, senam bersama hingga kegiatan ekstrakurikuler, dihentikan sementara.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 400.3.5.1/2939/Disdik.SD/VII/2026, sebagai respons atas memburuknya kualitas udara yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan setiap sekolah diberi kewenangan untuk menyesuaikan jam belajar sesuai kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.
“Melalui surat edaran tersebut, sekolah diberikan kewenangan untuk melakukan penyesuaian jam belajar sesuai kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing,” ujar Jayani, Kamis (30/7/2026).
Selain memangkas jam belajar, sekolah juga diminta memindahkan mata pelajaran Pendidikan Jasmani ke dalam ruangan agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa meningkatkan risiko paparan kabut asap terhadap siswa.
Dinas Pendidikan juga mengimbau seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru hingga tenaga kependidikan, untuk selalu mengenakan masker saat berada di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan akibat kabut asap.
Langkah tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara. Jika kondisi kembali membaik, kegiatan belajar mengajar akan berlangsung normal seperti sebelumnya.
Kabut asap akibat karhutla hampir setiap tahun menjadi ancaman serius di Kalimantan Tengah. Selain mengganggu aktivitas pendidikan, penurunan kualitas udara juga meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan kualitas udara sembari berharap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat segera mengurangi dampak kabut asap yang kini mulai mengganggu kehidupan masyarakat di Palangka Raya. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL30/10/2026 22:00 WIBBNPB: 2.236 Bencana Sepanjang 2026
-
NUSANTARA30/10/2026 23:00 WIBPesta Miras di Cirebin Renggut 3 Nyawa
-
POLITIK30/10/2026 20:00 WIBDenny Bongkar Komunikasi Rahasia dengan Elite PDIP Bahas Gibran
-
POLITIK31/10/2026 10:00 WIBTok, MA Batalkan Ijazah SMA Wapres Gibran
-
DUNIA31/10/2026 00:00 WIBIntelijen Ukraina Ungkap Kematian WNI di Medan Perang Rusia
-
POLITIK31/10/2026 06:00 WIBBawa-bawa Putusan MK, PKS dan PDIP Resmi Duet ‘Lawan’ Gibran
-
DUNIA30/10/2026 21:00 WIBTawaran Dialog Seoul Belum Dijawab, Korut Kembali Luncurkan Selusin Rudal Balistik
-
OASE31/10/2026 05:00 WIBIni Rahasia Mengejutkan Malam Hari dalam Al-Qur’an
















