EKBIS
Rupiah Tancap Gas ke Rp18.115 per Dolar AS
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan kinerja positif pada pembukaan perdagangan Jumat (30/10/2026). Mata uang Garuda berhasil melanjutkan tren penguatan yang sudah terlihat sejak perdagangan sebelumnya seiring melemahnya dolar Amerika Serikat di pasar global.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 22 poin atau 0,12 persen ke level Rp18.115 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp18.137 per dolar AS.
Penguatan tersebut mempertegas posisi rupiah yang masih mampu bertahan di zona hijau meski pasar keuangan global masih dibayangi berbagai ketidakpastian ekonomi dan pergerakan suku bunga internasional.
Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di kisaran Rp18.128 per dolar AS. Adapun data Refinitiv menunjukkan rupiah dibuka di level Rp18.128 per dolar AS atau melemah tipis 0,02 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp18.125 per dolar AS.
Perbedaan angka antar penyedia data lazim terjadi karena waktu pencatatan dan sumber transaksi yang berbeda. Namun secara umum, pergerakan rupiah masih menunjukkan kecenderungan stabil dengan sentimen penguatan.
Dari pasar global, tekanan terhadap dolar AS terlihat dari pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (DXY). Hingga pukul 09.00 WIB, indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia tersebut turun 0,30 persen ke level 101,731.
Melemahnya dolar AS menjadi angin segar bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Kondisi ini membuat investor mulai kembali memburu aset berdenominasi mata uang Asia yang dinilai memiliki peluang penguatan lebih baik dalam jangka pendek.
Pergerakan rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang kompak berada di zona hijau. Hingga pagi ini, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah melonjak 0,32 persen.
Ringgit Malaysia menyusul dengan kenaikan 0,31 persen, diikuti peso Filipina yang menguat 0,29 persen dan yen Jepang yang naik 0,18 persen. Selanjutnya, dolar Singapura terapresiasi 0,12 persen, baht Thailand menguat 0,08 persen, yuan China naik 0,03 persen, serta dolar Hong Kong bertambah tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi satu-satunya mata uang utama Asia yang bergerak melemah setelah turun 0,38 persen terhadap dolar AS.
Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar kawasan cenderung positif terhadap mata uang Asia. Pelemahan dolar global menjadi faktor utama yang menopang penguatan sejumlah mata uang regional, termasuk rupiah yang kembali berhasil mempertahankan momentumnya pada awal perdagangan hari ini.
Para pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi global dan arah kebijakan moneter dari bank-bank sentral dunia yang diperkirakan akan menjadi penentu pergerakan rupiah dan dolar AS pada perdagangan selanjutnya. (Firman/Mun)
-
NUSANTARA29/10/2026 14:30 WIBKebakaran di Lereng Gunung Agung Hanguskan 18 Hektare Hutan
-
NASIONAL29/10/2026 19:00 WIBKemenag Masukkan Materi Anti-LGBTQ ke Sekolah
-
POLITIK29/10/2026 13:00 WIBPKS Mau Bahas Ijazah Gibran di DPR, NasDem Pilih Tunggu Komando Surya Paloh
-
NUSANTARA29/10/2026 22:00 WIBBNPB: Kalbar 391 Ha, Kalsel 35 Ha Masih Terbakar
-
POLITIK29/10/2026 14:00 WIBSufmi Dasco Ahmad Ungkap Empat Agenda Legislasi DPR
-
NUSANTARA29/10/2026 12:30 WIBErupsi 29 Kali, Gunung Semeru Siaga Level III
-
NASIONAL30/10/2026 04:09 WIBDari Kwitang, SDI Himpun Tokoh Penting Demi Indonesia Emas
-
DUNIA29/10/2026 12:00 WIBMalaysia Mau Minta Kompensasi Kabut Asap ke RI
















