Connect with us

DUNIA

13 Orang Tewas dalam Serangan Drone Rusia di Stasiun Kereta Ukraina

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Perang Rusia-Ukraina kembali menelan korban sipil. Sedikitnya 13 orang tewas dan lima lainnya terluka setelah sebuah drone Rusia menghantam peron stasiun kereta utama di Kota Dnipro, Ukraina, saat penumpang bersiap melakukan perjalanan.

Perusahaan kereta api nasional Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengungkapkan serangan terjadi ketika sebuah kereta hendak berangkat menuju Kota Zaporizhzhia. Drone bermesin jet dilaporkan menghantam area peron yang saat itu masih dipadati aktivitas warga dan calon penumpang.

Ledakan keras yang terjadi mendadak mengubah stasiun menjadi lokasi kepanikan. Korban berjatuhan di tengah aktivitas keberangkatan kereta yang tengah berlangsung.

Selain Dnipro, gelombang serangan Rusia juga menyasar Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, mengatakan serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sebuah institusi pendidikan.

BACA JUGA  Putin Janjikan Keselamatan Zelensky Jika Datang ke Moskow

Serangan serupa dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain sepanjang malam. Otoritas Ukraina mengonfirmasi seorang pria tewas akibat serangan yang menghantam kawasan Rivne.

Di tengah eskalasi serangan itu, Rusia mengklaim pasukannya berhasil menyerang sebuah kapal kargo yang disebut digunakan militer Ukraina di Laut Hitam.

Namun pertempuran tidak hanya terjadi di wilayah Ukraina. Moskow juga mengklaim menjadi sasaran salah satu serangan drone terbesar sejak perang berlangsung.

Media pemerintah Rusia melaporkan sebanyak 613 drone Ukraina diluncurkan ke arah Moskow dalam serangan besar yang berlangsung sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil menghancurkan 231 drone saat mendekati ibu kota. Sementara drone lainnya disebut berhasil dinetralisasi sebelum mencapai target.

BACA JUGA  Zelensky Panik Usai Gempur Rusia

Kremlin mengecam keras serangan tersebut karena terjadi ketika Moskow sedang menjadi tuan rumah pertemuan puncak yang dihadiri lebih dari 22 pemimpin negara Afrika.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut serangan yang menyasar Moskow pada momentum tersebut sebagai tindakan yang tidak biasa dan memicu perhatian serius pemerintah Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia bahkan mengklaim sistem pertahanannya berhasil mencegat dan menghancurkan 1.214 drone Ukraina di berbagai wilayah dalam satu malam.

Di wilayah Bashkortostan, tepatnya Kota Sterlitamak, puing-puing drone yang berhasil ditembak jatuh dilaporkan menyebabkan kerusakan ringan di area fasilitas industri. Meski demikian, otoritas setempat memastikan aktivitas pabrik tetap berjalan normal.

Rangkaian serangan terbaru ini menunjukkan perang Rusia-Ukraina masih jauh dari kata mereda. Di satu sisi, Ukraina terus meningkatkan tekanan melalui serangan drone jarak jauh ke wilayah Rusia. Di sisi lain, Rusia terus menggencarkan operasi udara yang menyasar berbagai kota strategis Ukraina.

BACA JUGA  Serangan Mendadak Ukraina Bikin Jet Pengebom Rusia Babak Belur

Serangan mematikan di Stasiun Dnipro menjadi salah satu insiden paling mematikan dalam gelombang serangan terbaru dan kembali memperlihatkan tingginya risiko yang dihadapi warga sipil di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. (Mun)

TRENDING