DUNIA
Zelensky Panik Usai Gempur Rusia
AKTUALITAS.ID – Situasi perang di Ukraina kian mengkhawatirkan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadapi tekanan berat setelah militer negaranya dikabarkan hampir kehabisan rudal pencegat Patriot, sistem pertahanan udara andalan yang selama ini menjadi benteng utama menghadapi serangan rudal balistik Rusia.
Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, sebagian besar rudal balistik yang ditembakkan Rusia dalam serangan terbaru gagal dicegat karena stok interseptor Patriot semakin menipis. Kondisi ini membuat sejumlah target strategis Ukraina menjadi lebih rentan terhadap gempuran Moskow.
Serangan terbaru Rusia pada Selasa (13/10/2026) memperlihatkan dampak nyata dari krisis tersebut. Tiga pembangkit listrik di Kyiv dilaporkan terkena hantaman rudal balistik, sementara infrastruktur energi di Kharkiv juga menjadi sasaran. Sedikitnya empat orang tewas dan 25 lainnya mengalami luka-luka.
Selama berbulan-bulan, Zelensky berulang kali memperingatkan dunia bahwa Ukraina menghadapi kekurangan serius rudal pencegat. Patriot buatan Amerika Serikat merupakan salah satu sistem yang terbukti mampu menghadang rudal balistik Rusia. Namun harga yang sangat mahal dan terbatasnya produksi global membuat pasokannya semakin sulit diperoleh.
Masalah semakin rumit karena banyak negara pemilik Patriot memilih mempertahankan stok mereka sendiri di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya di Timur Tengah. Akibatnya, permintaan Ukraina tidak sepenuhnya terpenuhi.
Pada Agustus lalu, Zelensky bahkan mengaku telah melakukan berbagai upaya diplomatik kepada negara-negara sekutu demi mendapatkan tambahan rudal Patriot. Saat itu, ia menyebut Ukraina hanya memiliki sekitar sepersepuluh dari jumlah interseptor yang dibutuhkan.
Harapan Kyiv sempat muncul ketika muncul rencana lisensi produksi Patriot di Ukraina. Namun hingga kini rencana tersebut belum terwujud setelah tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintahan Amerika Serikat.
Di saat yang sama, hubungan Ukraina dan Washington juga dilaporkan mengalami ketegangan. Perselisihan muncul setelah AS menjalin kesepakatan impor solar dari Rusia. Zelensky disebut merasa kecewa dan terus mendorong serangan terhadap fasilitas energi Rusia sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap Moskow.
Ketegangan meningkat ketika Washington mendesak Kyiv menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Beberapa pejabat Eropa bahkan menyebut Amerika Serikat memperingatkan kemungkinan pembatasan kerja sama tertentu apabila Ukraina mengabaikan permintaan tersebut.
Tak hanya masalah Patriot, Ukraina juga menghadapi kendala pada jaringan satelit pendukung operasi militer. Otoritas Kyiv mengeluhkan pembatasan kemampuan sistem Starshield yang dinilai mengganggu sejumlah operasi di medan perang.
Dengan menipisnya stok Patriot dan meningkatnya tekanan politik dari sekutu utama, Ukraina kini berada dalam posisi yang semakin sulit. Sementara Rusia terus meningkatkan intensitas serangan terhadap infrastruktur vital, Zelensky menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan keamanan wilayahnya di tengah pasokan pertahanan yang semakin menipis. (Mun)
-
NASIONAL16/10/2026 11:00 WIBPengamat SDI: Karhutla Membakar Masa Depan Anak
-
POLITIK16/10/2026 06:00 WIBRay Rangkuti: Prabowo Jangan Diam Soal Gibran
-
NUSANTARA16/10/2026 08:30 WIBBMKG Bunyikan Alarm ‘AWAS’ Kekeringan di 22 Provinsi
-
JABODETABEK16/10/2026 05:30 WIBBMKG: Waspada Gerah Ekstrem Jumat
-
EKBIS16/10/2026 09:30 WIBIHSG AMBRUK 11%
-
JABODETABEK16/10/2026 17:30 WIBBMKG: Jakarta Mulai Terpapar Asap Karhutla Kalimantan
-
JABODETABEK16/10/2026 07:30 WIBTawuran Pelajar SMK Pelita dan SMK Pandu Tewaskan Satu Siswa
-
NASIONAL16/10/2026 10:00 WIBRUU Perampasan Aset Bidik Kripto dan Saham

















