NASIONAL
Pengamat SDI: Karhutla Membakar Masa Depan Anak
AKTUALITAS.ID – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung kawasan Sumatera dan Kalimantan kini telah bermutasi dari sekadar krisis ekologi menjadi bencana sosial yang mengancam urat nadi kehidupan warga. Asap pekat tidak hanya meracuni udara, tetapi juga sukses melumpuhkan sektor pendidikan dan mematikan perputaran ekonomi masyarakat kecil di tingkat akar rumput.
Pengamat dari Swarna Dwipa Institute (SDI) yang juga aktivis ’98, Lutfi Nasution (LuNas), menyoroti betapa penanganan karhutla selama ini buta terhadap dimensi kemanusiaan. “Karhutla bukan lagi sebatas persoalan pohon yang terbakar atau angka ISPU yang meningkat. Ini sudah merambah ke krisis sosial yang nyata,” tegas Lutfi, Kamis (15/10/2026).
Dampak paling fatal langsung menghantam kelompok rentan. Ribuan siswa terpaksa menelan pil pahit kehilangan hak belajar tatap muka demi menghindari ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Di sektor ekonomi, para petani kecil, pedagang pasar, hingga pekerja harian lepas terpaksa gigit jari karena aktivitas mereka terhenti total tertutup kabut pekat.
Lebih mengerikan lagi, Lutfi membongkar adanya bom waktu berupa ketegangan sosial dan ketidakadilan hukum di kawasan konsesi. Ia mengkritik keras narasi tebang pilih di mana masyarakat adat dan petani lokal kerap dijadikan kambing hitam sebagai dalang pembakar lahan, sementara penindakan hukum terhadap aktor korporasi raksasa justru terkesan lamban dan tumpul.
“Ada ketimpangan dalam narasi penegakan hukum. Ketidakadilan ini berpotensi merusak tatanan sosial masyarakat dan memperlemah kepercayaan publik terhadap pemerintah,” singgung Lutfi tajam.
Swarna Dwipa Institute kini mendesak pemerintah untuk berhenti hanya memikirkan urusan teknis pemadaman api (suppression). Negara dituntut segera merealisasikan program kompensasi ekonomi dan jaminan kesehatan menyeluruh bagi warga yang terdampak, khususnya balita, lansia, dan ibu hamil. Pemadaman api memang wajib, namun menyelamatkan masa depan sosial masyarakat jauh lebih mendesak. (Bowo/Mun)
-
NUSANTARA15/10/2026 13:30 WIBGunung Sibayak Tak Bisa Didaki Selama Sebulan
-
NASIONAL15/10/2026 12:30 WIBPKP Gandeng Djarum dan Astra untuk Renovasi Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah
-
POLITIK15/10/2026 13:00 WIBDKPP Terima Lima Aduan terkait Putusan MK
-
NASIONAL15/10/2026 14:15 WIBKPK Dikabarkan OTT Bupati Klaten
-
NUSANTARA15/10/2026 14:30 WIBNeraka Asap! 3 Daerah RI Masuk Kategori Udara Hitam
-
DUNIA15/10/2026 12:00 WIBTrump Tuding Houthi Mainkan Harga Minyak Jelang Pemilu AS
-
NUSANTARA15/10/2026 12:30 WIBBejat! Marbot Musala di Banyuwangi Diduga Perkosa Siswi SMA hingga Hamil
-
EKBIS15/10/2026 14:00 WIBRatusan Manajer Kopdes Merah Putih Mundur Massal Jelang Launching

















