Connect with us

DUNIA

Saudi Tuding Iran Dalang Memanasnya Perang Yaman

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Arab Saudi secara terbuka menuding Iran berada di balik memanasnya konflik Yaman yang kembali berkobar sejak Juli lalu. Riyadh menilai Teheran terus memberikan dukungan militer kepada kelompok Houthi sehingga perang semakin sulit dikendalikan.

Tuduhan tersebut disampaikan Wakil Menteri untuk Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Dr Rayed Krimly, di tengah meningkatnya serangan lintas batas yang melibatkan pasukan Houthi dan koalisi pimpinan Saudi.

Menurut Krimly, Iran tidak hanya memberikan dukungan politik kepada Houthi, tetapi juga disebut terus memasok persenjataan serta pelatihan militer kepada kelompok yang menguasai sejumlah wilayah strategis di Yaman tersebut.

BACA JUGA  Rupiah Dibuka Melemah 0,30% di Awal Pekan

“Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung milisi Houthi,” ujar Krimly dalam konferensi pers virtual.

Arab Saudi menilai dukungan tersebut menjadi faktor utama yang mendorong eskalasi perang pada fase terbaru konflik Yaman. Riyadh bahkan menyebut tindakan Iran bertentangan dengan berbagai komitmen internasional, termasuk semangat normalisasi hubungan kedua negara yang tercermin dalam Perjanjian Beijing.

Konflik Yaman kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir setelah pemerintah Yaman yang didukung koalisi Arab melancarkan operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.

Sebagai respons, kelompok Houthi meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi. Sejumlah fasilitas strategis, termasuk bandara sipil dan infrastruktur energi, menjadi sasaran serangan.

BACA JUGA  Israel Kaget Iran Bisa Produksi Ribuan Rudal

Situasi semakin mengkhawatirkan setelah serangan mematikan ke Bandara Riyadh pada akhir pekan lalu yang dilaporkan menewaskan belasan orang. Sejak saat itu, hampir setiap hari sistem pertahanan udara Saudi dilaporkan menghadapi ancaman rudal dan drone yang datang dari arah Yaman.

Di tengah memanasnya konflik, Arab Saudi mengaku sempat berupaya membuka jalur dialog dengan Houthi untuk meredakan ketegangan. Namun upaya tersebut disebut tidak membuahkan hasil.

Krimly mengungkapkan bahwa Riyadh pernah mengusulkan pertemuan di Muscat, Oman, pada awal gelombang eskalasi terbaru. Akan tetapi, kelompok Houthi disebut menolak menghadiri pertemuan tersebut.

“Itu adalah komunikasi terakhir yang terjadi beberapa minggu lalu,” katanya.

Hingga kini pemerintah Iran belum memberikan tanggapan langsung atas tuduhan terbaru yang dilontarkan Saudi. Namun sebelumnya Teheran menyatakan prihatin atas meningkatnya konflik dan menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

BACA JUGA  IHSG Amblas di Awal Pekan, Investor Asing Waspada Konflik Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan menawarkan peran mediasi untuk mempertemukan pihak-pihak yang bertikai. Teheran menyatakan siap membantu memfasilitasi dialog guna mendorong terciptanya solusi politik bagi konflik Yaman yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Meski demikian, tudingan keras dari Riyadh berpotensi memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya mulai membaik setelah kesepakatan normalisasi diplomatik. Jika ketegangan terus meningkat, konflik Yaman dikhawatirkan kembali menjadi ajang pertarungan pengaruh antara dua kekuatan besar di kawasan Timur Tengah. (Mun)

TRENDING