Connect with us

NUSANTARA

BMKG Bunyikan Alarm ‘AWAS’ Kekeringan di 22 Provinsi

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualita.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ancaman krisis air bersih dan gagal panen membayangi Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi membunyikan alarm peringatan dini kekeringan meteorologis dengan status Waspada, Siaga, hingga Awas untuk periode 11–20 Oktober 2026.

Curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi anjlok drastis. Berdasarkan prakiraan BMKG hingga awal November 2026, curah hujan mayoritas daerah hanya akan menyentuh kategori rendah hingga menengah (0–150 milimeter per dasarian atau per 10 hari). Bahkan, mayoritas wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua diprediksi menderita curah hujan sangat rendah, yakni di bawah 50 milimeter.

Kondisi kritis ini memaksa BMKG memetakan status bahaya kekeringan menjadi tiga kategori ancaman level kabupaten/kota di berbagai provinsi:

BACA JUGA  Tak Berpotensi Tsunami, Gempa M 5,8 Guncang di Enggano Bengkulu

Status AWAS (Peringatan Tertinggi): Mengancam 22 provinsi, menuntut warga dan pemerintah daerah untuk segera mengamankan pasokan air dan meningkatkan patroli kebakaran lahan. Wilayah ini meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Lampung, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan.

Status SIAGA: Tersebar di 10 provinsi yang mulai harus menata kebutuhan air domestik dan pertanian, antara lain DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan.

Status WASPADA: Menjangkau 10 provinsi yang wajib mengantisipasi tren penyusutan curah hujan, meliputi Jawa Tengah, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua Selatan.

BACA JUGA  Jakarta Basah Awal Pekan! Warga Diimbau Siaga Hujan 16 Juni 2025

Merespons potensi kekeringan parah ini, BMKG menegaskan bahwa meski hujan lokal mungkin masih sesekali turun, hal tersebut tidak cukup untuk menutupi defisit air secara keseluruhan.

Masyarakat didesak untuk segera mengambil langkah mitigasi konkret. Penghematan air bersih harus dilakukan segera. Selain itu, warga dilarang keras melakukan pembakaran lahan atau sampah. Vegetasi yang mengering akibat hari tanpa hujan berkepanjangan adalah bahan bakar sempurna untuk memicu kebakaran lahan gambut dan semak belukar yang masif dan sulit dipadamkan. Publik juga disarankan membatasi aktivitas luar ruangan saat suhu puncak di siang hari demi menghindari dampak kesehatan akibat cuaca ekstrem. (Kusuma/Mun)

TRENDING