Connect with us

NUSANTARA

Karhutla Sigi Hanguskan 30 Hektare Lahan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ia

AKTUALITAS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua kawasan pegunungan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dan menghanguskan sekitar 30 hektare lahan. Situasi menjadi perhatian serius karena kobaran api dilaporkan mulai mendekati area permukiman warga, sementara sejumlah titik kebakaran hingga kini belum berhasil dipadamkan.

Karhutla terjadi di Pegunungan Sidoe, Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, serta Gunung Salu Lovu, Desa Bobo, Kecamatan Dolo Barat, sejak Jumat (9/10/2026).

Besarnya area yang terbakar membuat tim gabungan harus turun langsung ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api. Sebanyak 25 personel diterjunkan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sigi, Manggala Agni Sulawesi Tengah, petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat.

BACA JUGA  Riau Membara! Karhutla Kepung 4 Wilayah Sekaligus

Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan lima tangki air dan tiga unit alat pemukul api untuk menghambat penyebaran kobaran yang terus bergerak di kawasan perbukitan.

Upaya pemadaman berlangsung hingga pukul 22.00 WITA. Namun, kondisi medan yang terjal dan akses yang sangat terbatas membuat sejumlah titik api masih belum dapat dijangkau.

Lokasi kebakaran yang berada di lereng gunung menjadi tantangan utama. Selain sulit dilalui kendaraan, kondisi medan pada malam hari juga meningkatkan risiko bagi petugas yang bertugas di lapangan.

Kasi Humas Polres Sigi, AKP Nuim Hayat, mengatakan operasi pemadaman pada titik-titik sulit akan kembali dilanjutkan pada pagi hari demi menjaga keselamatan personel.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena kondisi lapangan tidak memungkinkan seluruh titik api dijangkau secara aman pada malam hari.

BACA JUGA  BPBD Padang Sebut Tiga Kecamatan Alami Kekeringan Akibat Kemarau

Meski kebakaran telah menghanguskan puluhan hektare lahan, hingga laporan terakhir belum ada korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak langsung oleh amukan si jago merah.

Namun demikian, keberadaan titik api yang masih aktif serta jaraknya yang semakin mendekati kawasan permukiman membuat petugas terus meningkatkan pengawasan.

BPBD Kabupaten Sigi bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah desa juga membentuk koordinasi intensif untuk memantau perkembangan kebakaran. Posko lapangan sementara ditempatkan di rumah Sekretaris Desa Jono guna mempercepat komunikasi dan pengendalian di lapangan.

Pihak berwenang menegaskan bahwa pemantauan akan dilakukan secara berkelanjutan sampai seluruh titik api benar-benar berhasil dipadamkan.

Di tengah ancaman karhutla yang masih berlangsung, Polres Sigi mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan, terutama saat kondisi lahan dalam keadaan kering.

BACA JUGA  Karhutla Pelalawan Ancam Habitat Harimau Sumatera

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran menjalar ke wilayah lain.

Karhutla di Pegunungan Sidoe dan Gunung Salu Lovu kini menjadi fokus perhatian aparat dan pemerintah daerah. Dengan puluhan hektare lahan yang telah hangus serta sejumlah titik api yang masih aktif, kewaspadaan maksimal diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas hingga mengancam permukiman warga di Kabupaten Sigi. (Kusuma/Mun)

TRENDING