Connect with us

OASE

Inilah Doa Nabi Muhammad SAW agar Hujan Membawa Manfaat

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ancaman kekeringan nyata membayangi Indonesia. Badan Meteorologi memperkirakan puncak kemarau baru akan berakhir pada pertengahan hingga November 2026. Di tengah krisis air dan hawa panas yang menyengat, umat Islam dituntut untuk tidak sekadar pasrah, melainkan memohon intervensi jalur langit melalui doa dan Istiska.

Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW telah mencontohkan langkah konkret saat menghadapi krisis air. Bukan sekadar meminta air turun dari langit, doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad SAW merinci permohonan agar hujan yang turun membawa rahmat, menyuburkan bumi, dan terhindar dari bencana.

Berikut adalah deretan doa mustajab yang dibaca Rasulullah SAW saat meminta hujan:

1. Doa Meminta Hujan Lebat yang Bermanfaat
Menghadapi bumi yang tandus, Rasulullah SAW memohon hujan yang merata dan tidak membawa celaka. Berikut bacaannya:

اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ

BACA JUGA  Beberapa Wilayah Masih Diguyur Hujan Hari ini

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, serta segera tanpa ditunda”.

2. Doa Kesuburan untuk Seluruh Makhluk
Dalam sebuah riwayat, ketika seorang Arab Badui mengeluhkan kekeringan, Rasulullah SAW memanjatkan doa agar hujan segera turun untuk menyelamatkan manusia, ternak, dan bumi yang mati:

اللهمّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْغًا سَرِيْعًا مَرِيْعًا غَدَقًا طَبَقًا، عَاجِلًا غَيْرَ رَائِفٍ، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ تَمْلَأُ بِهِ الضَّرْعُ، وَيَنْبُتُ بِهِ الزَّرْعُ وَتُحْيِي بِهِ الْأَرْضُ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرِجُوْنَ

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, cepat, menyuburkan, deras dan merata. Turunkanlah dengan segera tanpa ditunda, bermanfaat dan tidak membahayakan. Dengan hujan itu penuhilah air susu ternak, tumbuhkanlah tanaman, hidupkanlah kembali bumi setelah kematiannya, dan demikian pula kalian akan dikeluarkan”.

3. Doa Hujan sebagai Rahmat Kehidupan
Krisis air tidak hanya menyiksa manusia, tetapi juga hewan dan lingkungan. Untuk itu, Rasulullah SAW mengajarkan doa agar hujan menjadi rahmat bagi seluruh negeri:

BACA JUGA  Debit Air di Bendungan Katulampa Status Siaga 1, Warga Diminta Waspada Banjir

اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada hamba-hamba-Mu dan binatang-binatang ciptaan-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah negeri-Mu yang sebelumnya mati”.

Dalam riwayat Aisyah RA, saat terjadi kekeringan parah, Rasulullah SAW mengangkat tangan, memuji Allah, dan mengakui kefakiran manusia dengan memohon: “Ya Allah Engkaulah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Kaya dan kami yang fakir. Turunkanlah kepada kami hujan dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan kepada kami sebagai kekuatan dan bekal hingga suatu masa.”

Tindakan ini juga diiringi dengan ibadah fisik, yakni Salat Istiska dua rakaat. Bahkan dalam kondisi mendesak, dari hadis Anas bin Malik, Rasulullah SAW cukup memohon dengan tegas sebanyak tiga kali:

BACA JUGA  BMKG Prediksi Jakarta akan Diguyur Hujan Lebat pada Dini Hari Nanti

اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا

Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan.”

Bagaimana Jika Hujan Terlalu Deras dan Mengancam Banjir?
Islam adalah agama yang menyeimbangkan segalanya. Ketika doa terkabul namun hujan turun terlalu ekstrem hingga berpotensi merusak, Rasulullah SAW tidak meminta hujan dihentikan, melainkan dialihkan agar tidak menjadi bencana. Doanya berbunyi:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan di atas kami”.

Di tengah ancaman krisis iklim saat ini, mengamalkan doa-doa ini sekaligus melaksanakan Salat Istiska berjemaah menjadi ikhtiar spiritual terbaik bagi umat Islam untuk memohon ketersediaan air dan keselamatan dari bencana kekeringan. (Mun)

TRENDING