EKBIS
Rupiah Loyo Parah Pagi Ini
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan Selasa (13/10/2026). Mata uang Garuda melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring masih kuatnya pergerakan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.14 WIB, rupiah di pasar spot melemah 28 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.941 per dolar AS. Sementara data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.894 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.879 per dolar AS.
Pelemahan ini terjadi ketika dolar AS masih menunjukkan dominasinya terhadap sejumlah mata uang dunia. Data Bloomberg mencatat dolar AS berada di kisaran Rp17.948 atau menguat 35 poin setara 0,20 persen.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia juga berlangsung beragam. Yen Jepang menjadi salah satu mata uang yang mampu menguat terhadap dolar AS dengan kenaikan 0,18 persen. Rupe India melonjak 0,98 persen, sementara baht Thailand menguat 0,02 persen.
Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia lainnya masih berada di zona merah. Won Korea Selatan turun 0,30 persen, peso Filipina melemah 0,11 persen, yuan China terkoreksi 0,02 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,02 persen terhadap dolar AS.
Tidak hanya di Asia, pergerakan mata uang negara maju juga menunjukkan arah yang bervariasi. Euro menguat 0,14 persen, poundsterling Inggris naik 0,07 persen, sementara dolar Kanada dan franc Swiss masing-masing menguat 0,09 persen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, dolar Australia justru mengalami pelemahan 0,06 persen terhadap mata uang AS.
Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar global masih memberi ruang penguatan bagi dolar AS, meski sejumlah mata uang utama dunia mulai menunjukkan perlawanan. Sementara bagi rupiah, tekanan eksternal masih menjadi tantangan utama yang membuat pergerakannya belum mampu keluar dari zona pelemahan.
Dengan posisi yang kembali mendekati level Rp18.000 per dolar AS, pergerakan rupiah ke depan diperkirakan akan terus menjadi perhatian pelaku pasar, investor, hingga dunia usaha yang sensitif terhadap fluktuasi kurs valuta asing. (Firman/Mun)
-
POLITIK12/10/2026 16:00 WIBSurvei CELIOS: Rapor Prabowo-Gibran di Bawah Angka 5
-
NASIONAL12/10/2026 16:30 WIBHabib Syarief Desak Usut Tuntas Perusakan Bus Persib di Batang
-
POLITIK13/10/2026 06:00 WIBPKS Belum Putuskan Prabowo 2029
-
EKBIS12/10/2026 14:00 WIBKemnaker Catat 63.789 Korban PHK hingga September 2026
-
NUSANTARA12/10/2026 14:30 WIBKarhutla Terjang 10 Distrik Merauke
-
POLITIK12/10/2026 17:00 WIBDemokrat Tak Tutup Pintu Soal Impeachment Gibran
-
EKBIS13/10/2026 05:00 WIBRahasia Angin Sudah Dijelaskan Al-Qur’an 14 Abad Lalu
-
JABODETABEK13/10/2026 05:30 WIBBMKG: Selasa Jakarta Berawan Seharian

















