Connect with us

DUNIA

Saudi: Bandara Riyadh Tutup Hingga 17 Oktober

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Arab Saudi memperpanjang penutupan operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 21.00 waktu setempat menyusul serangan mematikan yang diklaim dilakukan kelompok milisi Houthi Yaman.

Keputusan tersebut diumumkan otoritas penerbangan sipil Saudi setelah serangan rudal akhir pekan lalu mengguncang salah satu pusat transportasi udara terpenting di kawasan Timur Tengah.

Pihak berwenang menyatakan penangguhan operasional diperlukan untuk menyelesaikan prosedur keselamatan, melakukan pemeriksaan menyeluruh, serta mempersiapkan kembali fasilitas bandara yang terdampak serangan.

Serangan pada Sabtu (10/10/2026) menjadi salah satu insiden paling mematikan yang pernah dialami Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade terakhir. Rudal yang menghantam area Bandara Internasional King Khalid dilaporkan menyebabkan 13 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat reruntuhan bangunan.

Belum pulih dari serangan tersebut, Arab Saudi kembali menghadapi ancaman baru. Pada Minggu, serangan lain dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai belasan lainnya.

Kelompok Houthi bahkan mengklaim kembali melancarkan serangan terhadap Riyadh pada Senin malam. Namun otoritas Saudi menyatakan serangan tersebut berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan yang mereka miliki.

Penutupan bandara ini menjadi pukulan besar bagi sektor penerbangan Saudi. Bandara Internasional King Khalid merupakan bandara tersibuk kedua di negara itu dan menjadi salah satu hub utama penerbangan internasional di kawasan Teluk.

Data dari situs pelacak penerbangan Flightradar24 menunjukkan sejumlah pesawat mulai menghindari wilayah udara Riyadh setelah rentetan serangan tersebut. Kondisi ini memicu gangguan besar terhadap lalu lintas udara regional maupun internasional.

Perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat tingkat pembatalan penerbangan di seluruh bandara Arab Saudi mencapai 46,4 persen. Angka tersebut mencerminkan besarnya dampak gangguan keamanan terhadap operasional penerbangan.

Sejumlah maskapai global juga mulai mengambil langkah antisipatif. Lufthansa memutuskan membatalkan seluruh penerbangan menuju Riyadh hingga 16 Oktober. Air France-KLM memperpanjang penghentian layanan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga akhir bulan.

Maskapai Etihad Airways dari Abu Dhabi turut memperpanjang pembatalan penerbangan ke ibu kota Saudi tersebut. Sementara Delta Air Lines menunda pembukaan rute Atlanta-Riyadh yang semula dijadwalkan pada 23 Oktober menjadi Maret 2027.

Eskalasi konflik antara Houthi dan Arab Saudi kini tidak hanya berdampak pada sektor keamanan, tetapi juga mulai menekan ekonomi kerajaan.

Di tengah penurunan aktivitas sektor minyak, gangguan terhadap transportasi udara dan investasi internasional menambah tekanan terhadap ekonomi Saudi. Situasi keamanan yang belum stabil juga membuat sejumlah agenda bergengsi terancam terganggu.

Konferensi investasi unggulan Kerajaan Saudi serta Kongres Energi Dunia (WPC) yang dijadwalkan berlangsung bulan ini ikut terkena dampaknya. Sejumlah eksekutif dan pelaku industri energi dilaporkan membatalkan kehadiran mereka akibat meningkatnya eskalasi konflik.

Penutupan Bandara Internasional King Khalid hingga pertengahan Oktober menjadi sinyal bahwa situasi keamanan di Arab Saudi masih jauh dari normal. Di tengah ancaman serangan yang terus berulang, Riyadh kini menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kepercayaan dunia internasional terhadap keamanan wilayah dan sektor penerbangannya. (Mun)

Continue Reading

TRENDING