Connect with us

NUSANTARA

639 Hektare Lahan Tanjung Puting Masih Terbakar

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 639,23 hektare lahan masih terbakar dan dalam proses penanganan oleh satuan tugas di enam provinsi prioritas.

Lahan terbakar terluas saat ini berada di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, yang menyumbang lebih dari 500 hektare area terdampak. Temuan titik kebakaran baru di kawasan konservasi tersebut membuat Kalimantan Tengah kembali menjadi wilayah dengan penanganan karhutla terbesar di Indonesia.

Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan perkembangan terbaru itu saat melaporkan kondisi karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare,” ujar Suharyanto.

BACA JUGA  Akibat Tebang Pohon Sembarangan Picu Longsor Cihanjuang

Menurut BNPB, enam provinsi prioritas yang menjadi fokus penanganan karhutla meliputi Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.

Namun dari seluruh wilayah tersebut, Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama setelah munculnya kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang membentang di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.

“Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana. Meskipun bukan lahan gambut, lahan mineral, tetapi ini menjadi pekerjaan yang segera harus kami lakukan,” kata Suharyanto.

Besarnya area yang terbakar membuat pemerintah meningkatkan kekuatan di lapangan. Pangdam Kalimantan Tengah dilaporkan memimpin langsung operasi penanganan kebakaran, dibantu penambahan personel dan perlengkapan satgas darat.

BACA JUGA  Antisipasi Erupsi Merapi Saat Pandemi, BNPB: Sekolah Disiapkan Jadi Pengungsian

Meski pasukan darat terus bergerak, upaya pemadaman dari udara menghadapi tantangan berat. Kabut asap yang sangat pekat membuat jarak pandang menurun drastis sehingga sejumlah armada pemadam belum dapat beroperasi secara maksimal.

BNPB menyebut helikopter water bombing, pesawat operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pesawat pendukung lainnya sementara mengalami hambatan untuk terbang.

“Sementara untuk satgas udara kami sudah coba bergerak baik dari Palangkaraya Tjilik Riwut maupun dari Syamsudin Noor Banjarmasin, sementara belum tembus karena visibility yang sangat tebal,” jelas Suharyanto.

Kondisi tersebut membuat strategi penanganan sementara lebih banyak bertumpu pada operasi darat sembari menunggu cuaca dan jarak pandang membaik.

“Di Kalimantan Tengah ini operasi-operasi udara baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah,” tambahnya.

BACA JUGA  BNPB Catat 2.900 Bencana di 2025, Rata-rata 15-20 Kejadian Per Hari

Meningkatnya luas kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian khusus karena kawasan tersebut merupakan salah satu habitat penting satwa liar dan kawasan konservasi terkenal di Indonesia.

Pemerintah kini berpacu dengan waktu untuk mengendalikan penyebaran api sebelum meluas lebih jauh. Di tengah kabut asap yang semakin pekat dan keterbatasan operasi udara, satgas gabungan dituntut bekerja ekstra untuk mencegah karhutla berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (Irawan/Mun)

TRENDING