NUSANTARA
Kabut Asap Makin Parah! Sekolah di Balikpapan Ditutup 3 Hari
AKTUALITAS.ID – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus memicu kabut asap pekat kini mulai mengganggu sektor pendidikan di Kalimantan Timur. Pemerintah Kota Balikpapan memutuskan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dan memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama tiga hari.
Kebijakan tersebut diberlakukan mulai 14 hingga 16 Oktober 2026 sebagai respons atas menurunnya kualitas udara akibat paparan asap karhutla yang menyelimuti wilayah Balikpapan dalam beberapa hari terakhir.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, diwajibkan melaksanakan proses belajar secara daring selama masa kebijakan tersebut berlaku.
“Menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka untuk seluruh satuan pendidikan baik negeri maupun swasta mulai tanggal 14 sampai 16 Oktober 2026, dan dialihkan menjadi PJJ secara daring atau online,” kata Rahmad Mas’ud, Rabu (14/10/2026).
Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 100.3.4.3/2590/E/SETDA. Kebijakan mencakup seluruh jenjang pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Balikpapan, mulai dari PAUD, SD, SMP, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), hingga Pendidikan Non Formal (PNF).
Untuk SMA dan SMK yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama dan pondok pesantren, pemerintah daerah mengimbau agar menyesuaikan langkah yang sama sesuai kondisi di lapangan.
Menurut Rahmad, pelaksanaan KBM tatap muka akan dievaluasi kembali setelah pemerintah memperoleh data terbaru mengenai kualitas udara di Balikpapan.
“Pelaksanaan tatap muka nantinya akan kembali dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara terkini,” ujarnya.
Selama pemberlakuan PJJ, sekolah diminta tetap memastikan proses belajar berjalan efektif. Guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas secara bergantian melalui skema bekerja dari kantor maupun dari rumah.
Pemkot juga meminta sekolah tidak memberikan beban belajar berlebihan kepada peserta didik. Materi pembelajaran diarahkan pada penugasan terstruktur, peningkatan literasi, dan penguatan karakter siswa.
“Silakan melaksanakan tugas dengan work from office atau work from home. Kemudian materi pembelajaran difokuskan pada penugasan terstruktur, literasi, dan penguatan karakter tanpa membebani siswa berlebihan,” kata Rahmad.
Kebijakan ini menjadi indikator bahwa dampak karhutla tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Jika kualitas udara terus memburuk, bukan tidak mungkin langkah serupa akan diperpanjang atau diikuti daerah lain yang turut terdampak kabut asap.
Pemkot Balikpapan kini berharap kondisi udara segera membaik agar aktivitas belajar tatap muka dapat kembali berlangsung normal tanpa membahayakan kesehatan ribuan siswa dan tenaga pendidik. (Kusuma/Mun)
-
EKBIS14/10/2026 09:30 WIBIHSG Menghijau, Lalu Memerah
-
NASIONAL14/10/2026 14:00 WIBSiap Tumpas Musuh Presisi Tinggi, KSAL Bentuk Batalyon Sniper
-
NUSANTARA14/10/2026 11:30 WIBGunung Semeru Erupsi Lagi
-
NASIONAL14/10/2026 09:00 WIBDaniel Johan: Pemimpin Jangan Asal Bicara saat Bencana
-
EKBIS14/10/2026 13:30 WIBBukan Cuma Penumpang, Komdigi Siapkan Aturan Khusus Kurir Ojol Tahun Ini
-
NASIONAL14/10/2026 10:00 WIBErna Sari Dewi Pertanyakan Audit Lereng Trans Jayapura-Wamena
-
NUSANTARA14/10/2026 22:00 WIBKapuas Perpanjang Status Karhutla Dua Pekan
-
Berita14/10/2026 21:00 WIBKementerian PKP dan Bappenas Sinkronkan Target Perumahan 2025–2029

















