Connect with us

NUSANTARA

Karhutla Picu Kabut Asap Pekat di Kota Sampit

Aktualitas.id -

Ilustrasi kabut asap, foto: Istimewa

AKTUALITAS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus meluas dan semakin sulit dikendalikan. Kobaran api yang menjalar di lahan gambut kini memicu kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit, mengganggu aktivitas warga serta membatasi jarak pandang di sejumlah ruas jalan.

Tim gabungan penanggulangan karhutla berjibaku memadamkan api. Namun, kondisi lahan gambut yang sangat kering serta minimnya sumber air membuat proses pemadaman berlangsung berat dan memakan waktu.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 285 hektare, dengan 123 titik api tersebar di berbagai wilayah.

Lonjakan kebakaran terjadi sepanjang Juli seiring cuaca kering dan belum turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya, asap hasil pembakaran mulai menyelimuti kawasan perkotaan dan mengurangi jarak pandang bagi pengendara.

BACA JUGA  Delapan Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Kondisi di lapangan semakin rumit karena banyak titik api berada jauh dari sumber air. Petugas harus menyambung selang dalam jarak yang sangat panjang agar air dapat mencapai lokasi kebakaran. Beban kerja yang tinggi bahkan menyebabkan sejumlah mesin pemadam mengalami kerusakan.

Kepala BPBD Kotawaringin Timur, Multazam K. Anwar, menjelaskan bahwa karakteristik kebakaran lahan gambut membuat proses pemadaman jauh lebih sulit dibanding kebakaran di lahan mineral.

“Kalau di lahan gambut ini, api aktifnya itu ada di dalam tanah dan terus hidup serta bergerak,” ujar Multazam.

Ia juga mengungkapkan kendala lain yang dihadapi pemerintah daerah. Hingga kini, alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kotawaringin Timur sedang mengalami kerusakan sehingga kualitas udara belum dapat dipantau secara akurat.

BACA JUGA  Wagub Sumsel Hadiri Rakor Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

Akibatnya, pemerintah belum dapat memastikan apakah kondisi udara di wilayah tersebut masih berada dalam batas aman atau sudah memasuki kategori yang berisiko bagi kesehatan masyarakat.

Untuk mencegah kebakaran semakin meluas, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, serta instansi terkait terus melakukan upaya pelokalisiran di titik-titik api.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang kering membuat api sangat mudah menyebar dan sulit dipadamkan.

Dengan musim kemarau yang masih berlangsung, ancaman meluasnya karhutla di Kalimantan Tengah diperkirakan masih tinggi. Warga diimbau tetap waspada, mengurangi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan jika menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. (Kusuma/Mun)

BACA JUGA  Gawat Darurat Karhutla! Menko Polkam Bentuk 'Tim Tempur' Khusus

TRENDING