Connect with us

DUNIA

Hamas Dorong AS Tekan Israel Soal Gaza

Aktualitas.id -

Pasukan khusus Hamas Brigade Al Qassam yang berhasil menembus Israel. (AFP PHOTO / SAID KHATIB)

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Jalur Gaza memasuki babak baru. Kelompok Hamas menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi tahap kedua dari rencana perdamaian yang digagas Amerika Serikat. Kini, Hamas melemparkan bola panas ke tangan Washington untuk menekan Israel agar tunduk pada kesepakatan lanjutan.

Pernyataan ini ditegaskan Hamas pada akhir pekan lalu setelah mereka mengonfirmasi komitmennya kepada Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump. Pada fase krusial ini, Hamas dan faksi bersenjata Palestina lainnya sepakat untuk meletakkan senjata. Persenjataan tersebut akan diserahkan kepada komite pemerintahan Palestina yang baru dibentuk untuk membangun kembali Gaza yang luluh lantak.

“Hamas dan faksi lainnya telah mengonfirmasi kesiapan kepada para mediator untuk beralih ke tahap kedua. Syaratnya, Israel juga harus menyetujui dan mulai menerapkannya,” ungkap seorang pejabat tinggi Hamas, Minggu (9/8/2026).

BACA JUGA  Menteri Keuangan Israel: Kami Bisa Musnahkan Setengah Populasi Gaza dalam Dua Tahun

Hamas secara terang-terangan menagih komitmen AS. Mereka mendesak pemerintahan Trump untuk menekan rezim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar berhenti mengulur waktu dan segera mematuhi kesepakatan.

Pekan lalu, Trump menyebut kesediaan Hamas untuk melucuti senjata sebagai sebuah terobosan bersejarah. Skenario dari Dewan Perdamaian menyebutkan bahwa Israel akan merespons langkah tersebut dengan menarik pasukannya secara bertahap dari sebagian besar wilayah Gaza.

Namun, Netanyahu justru bermanuver. Pemimpin yang sedang terimpit tekanan menjelang Pemilu Oktober dan penolakan keras dari basis sayap kanannya ini membantah telah menyetujui draf perdamaian tersebut.

Manuver ini makin terlihat jelas seusai pertemuan Netanyahu dengan perwakilan tinggi Dewan Perdamaian, Nickolay Mladenov. Pasca-pertemuan itu, Mladenov mendadak merevisi pernyataannya dengan menyebut Israel baru akan menarik pasukan setelah Hamas benar-benar bersih dari senjata.

BACA JUGA  Serangan Artileri Israel di Gaza Utara Menewaskan Dua Warga Palestina

Militer Israel pun tak mau kalah gertak. Mereka menegaskan akan terus memburu Hamas sebagai balasan atas serangan mematikan pada 7 Oktober 2023 silam.

Ironisnya, saat para elite berdebat soal draf perdamaian, kekerasan mematikan belum benar-benar berhenti di lapangan.

Juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, melaporkan bahwa tembakan tentara Israel baru saja menewaskan seorang warga Palestina di timur Deir al-Balah. Tak hanya itu, sekitar 10 orang termasuk anak-anak terluka di berbagai wilayah Gaza dan sebagian kini dalam kondisi kritis.

Meski operasi darat dan serangan udara Israel dilaporkan menurun secara intensitas dalam beberapa hari terakhir, teror dari suara tembakan dan aktivitas pesawat nirawak masih terus menghantui warga sipil.

BACA JUGA  PBB Tuntut Israel Jamin Akses Bagi Pekerjaan Kemanusiaan di Gaza

Data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang juga divalidasi PBB mencatat, sejak gencatan senjata yang didukung Trump disepakati pada Oktober tahun lalu, operasi militer Israel telah merenggut 1.258 nyawa warga Palestina. Di kubu seberang, militer Israel mencatat lima tentaranya tewas dalam periode yang sama. (Mun)

TRENDING