DUNIA
Netanyahu Ancam Tak Tarik Pasukan Israel dari Gaza
AKTUALITAS.ID – Ketegangan baru muncul di tengah upaya menghentikan konflik di Jalur Gaza. Pemerintah Israel menyampaikan keprihatinan keamanan kepada Amerika Serikat terkait usulan kesepakatan pelucutan senjata Hamas yang dimediasi melalui Board of Peace (BoP), lembaga bentukan Presiden AS Donald Trump.
Pemerintah Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Gaza sebelum Hamas benar-benar menyerahkan seluruh persenjataannya. Sikap ini berpotensi menjadi hambatan dalam proses implementasi kesepakatan yang tengah dibahas.
Juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Doron Spielman, mengatakan Israel menilai penarikan pasukan sebelum Hamas benar-benar dilucuti justru dapat membuka peluang kelompok tersebut kembali membangun kekuatan militernya.
“Penilaian kami adalah bahwa jika kami melakukan penarikan pasukan sebelum Hamas benar-benar dilucuti, mereka akan dengan cepat kembali memperluas kehadirannya di seluruh Gaza dan berupaya melancarkan serangan lain seperti 7 Oktober,” ujar Spielman.
Ia menegaskan bahwa pelucutan senjata harus diwujudkan dalam bentuk penyerahan fisik seluruh persenjataan.
“Pelucutan senjata berarti menyerahkan senjata secara fisik. Tidak ada definisi lain selain itu,” tegasnya.
Di sisi lain, pejabat senior Hamas Ghazi Hamad mengonfirmasi bahwa kelompoknya telah mencapai kesepahaman dengan Board of Peace mengenai rencana pelucutan senjata. Namun, ia menekankan bahwa langkah tersebut hanya akan dilakukan apabila seluruh persyaratan yang disepakati dipenuhi.
Menurut Hamad, terdapat dua syarat utama yang menjadi dasar kesepakatan, yakni penempatan International Stabilization Force (ISF) di Gaza serta pelaksanaan penuh seluruh kewajiban Israel dalam perjanjian gencatan senjata yang disepakati sebelumnya.
Hamas juga menyatakan bahwa penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut.
“Kesepakatan ini adalah satu paket,” kata Hamad.
Ia menambahkan bahwa Hamas tidak akan memulai proses pelucutan senjata apabila Israel tidak lebih dahulu menjalankan seluruh komitmennya.
“Kami tidak akan memulai langkah apa pun terkait persenjataan sebelum Israel melaksanakan komitmennya. Jika Israel tidak melaksanakannya, kami juga tidak akan melanjutkan proses ini,” ujarnya.
Selain penarikan pasukan, Hamas juga menuntut penghentian seluruh operasi militer Israel di Gaza, penghentian serangan yang menyebabkan korban sipil, serta penarikan pasukan hingga Yellow Line sebagaimana diatur dalam kesepakatan gencatan senjata.
Perbedaan posisi kedua pihak menunjukkan bahwa implementasi kesepakatan masih menghadapi tantangan besar. Israel menginginkan pelucutan senjata dilakukan terlebih dahulu sebelum penarikan pasukan, sementara Hamas menegaskan penarikan pasukan dan pelaksanaan gencatan senjata harus menjadi langkah awal sebelum proses pelucutan dimulai. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai respons atas keberatan yang disampaikan Israel. (Mun)
-
POLITIK02/11/2026 11:00 WIBPSI Belum Ambil Langkah soal Suket Gibran yang Dibatalkan MA
-
NUSANTARA02/11/2026 19:30 WIBSapu Bersih! Kapolres Sukoharjo & 3 Anak Buah Resmi Dicopot Mabes Polri
-
RIAU02/11/2026 18:30 WIBSapu Bersih Sarang Narkoba! Ini Sosok AKP Noki Loviko yang Bikin Pengedar Gemetar
-
DUNIA02/11/2026 18:00 WIBRibuan Warga Turun ke Jalan, Ketua KPU Dituntut Mundur
-
NUSANTARA02/11/2026 12:30 WIBSungai Meluap, Aceh Selatan Masih Dikepung Banjir
-
EKBIS02/11/2026 11:30 WIBPertalite Aman, BBM Nonsubsidi Tetap Mahal
-
DUNIA02/11/2026 12:00 WIBIRGC Sebut Iran Siap Hadapi Serangan AS dan Israel
-
EKBIS02/11/2026 19:00 WIBBukan Jago Kandang! Kemnaker Siap Lepas ‘Monster’ Vokasi RI ke Kancah Global
















