Connect with us

NUSANTARA

Api Liar Melahap 118 Hektare di Bangka Tengah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi ancaman serius di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Hingga Sabtu (8/8/2026), total area yang terdampak karhutla tercatat telah mencapai sekitar 118 hektare.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari penanganan berbagai insiden kebakaran lahan yang dilakukan tim gabungan BPBD Bangka Tengah bersama petugas pemadam kebakaran sepanjang 2026.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena jumlah kejadian meningkat tajam memasuki pertengahan tahun.

Kepala BPBD Kabupaten Bangka Tengah, Yudi Shabara, mengungkapkan sedikitnya 51 kejadian karhutla tercatat hanya dalam periode Juli hingga 8 Agustus 2026.

Lonjakan tersebut menunjukkan sejumlah wilayah di Bangka Tengah masih berada dalam kondisi rawan kebakaran.

BACA JUGA  BMKG: 64% Wilayah Indonesia Akan Lebih Kering

Salah satu kawasan yang mendapat perhatian adalah ruas jalan utama yang menghubungkan Koba menuju Kurau.

Di kawasan tersebut, petugas mencatat 11 kejadian karhutla selama periode Juli hingga 8 Agustus.

“Maraknya insiden dalam dua bulan terakhir menunjukkan bahwa sejumlah wilayah di Bangka Tengah masih berada dalam kondisi rawan kebakaran, sehingga masyarakat dituntut meningkatkan kewaspadaan ekstra,” tegas Yudi, Sabtu (8/8/2026).

Kondisi vegetasi yang mulai mengering meningkatkan risiko munculnya titik api baru. Api yang tidak segera ditangani berpotensi menyebar dan memperluas area terdampak.

Karena itu, BPBD meminta masyarakat tidak menganggap remeh api sekecil apa pun.

Masyarakat juga diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar secara sembarangan.

BACA JUGA  BMKG Prediksi Musim Kemarau Datang Lebih Cepat

Setiap kali menemukan titik api, warga diminta segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok atau benda lain yang masih menyimpan bara api di kawasan bersemak maupun lahan kering.

BPBD juga mendorong masyarakat membersihkan material yang mudah terbakar di sekitar permukiman.

Sumber api dari dapur maupun aktivitas pembakaran sampah harus dipastikan benar-benar padam setelah digunakan.

Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kebakaran baru di tengah tingginya frekuensi kejadian karhutla.

Dengan total sekitar 118 hektare area terdampak dan 51 kejadian hanya dalam Juli hingga 8 Agustus, BPBD Bangka Tengah meminta kewaspadaan masyarakat ditingkatkan.

BACA JUGA  BMKG: El Niño Berpotensi Kategori Kuat

Pesannya jelas: jangan menunggu api membesar untuk bertindak. Setiap titik api harus segera dilaporkan dan ditangani agar karhutla tidak kembali meluas. (Irawan/Mun)

TRENDING