DUNIA
Pelapor PBB Bandingkan Israel dengan Nazi
AKTUALITAS.ID – Pernyataan menohok dan super tajam meluncur dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Palestina, Francesca Albanese, secara terang-terangan menyamakan dalih Israel membantai anak-anak di Jalur Gaza dengan argumen genosida yang dipakai Nazi saat tragedi Holocaust di Perang Dunia II.
Kecaman keras Albanese ini bukan tanpa sebab. Amarahnya dipicu oleh pernyataan kontroversial model asal Israel, Sarai Givaty, dalam sebuah wawancara di stasiun televisi i24NEWS.
Dalam tayangan tersebut, Givaty melontarkan argumen tak berperikemanusiaan untuk mewajarkan pembantaian anak-anak Palestina. Ia mengaku sedih melihat anak-anak menangis, namun menganggap tindakan brutal militer Israel adalah sebuah keharusan.
“Saya sedih. Tetapi saya juga menyadari bahwa jika kita tidak bertindak, anak ini akan tumbuh menjadi teroris,” ucap Givaty tanpa rasa bersalah.
Pernyataan ini langsung “dislepet” habis-habisan oleh Albanese melalui akun X pribadinya pada Sabtu (19/9/2026). Ia membagikan potongan video tersebut dan memberikan tamparan keras yang menelanjangi pola pikir Zionis.
“(Anak-anak akan tumbuh dewasa). Ini juga merupakan argumen yang persis digunakan oleh para pejabat Nazi selama persidangan Nuremberg untuk membenarkan mengapa mereka membantai anak-anak selama Holocaust,” tulis Albanese, seperti dilansir dari Middle East Monitor (MEMO).
Keberanian Albanese bersuara lantang memang kerap membuat Amerika Serikat dan Israel kepanasan. Pada Juli 2025 lalu, Washington bahkan menjatuhkan sanksi terhadap Albanese karena getol mendorong Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menyeret pejabat AS dan Israel ke pengadilan. AS juga menekan Sekjen PBB Antonio Guterres untuk memecat Albanese dengan tuduhan senjata andalan mereka: “antisemitisme”.
Sementara itu, di lapangan, kengerian agresi Israel bukanlah isapan jempol belaka. Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat rekor pembantaian yang mengerikan. Lebih dari 21.500 anak Palestina telah dibantai dengan dalih “mencegah teroris masa depan” sejak Oktober 2023.
“Pendudukan terus menumpahkan darah orang-orang tak berdosa. Jumlah anak yang tewas sejak dimulainya perang genosida ini telah melampaui 21.500 jiwa per 24 Agustus. Ini adalah kebrutalan kejahatan terorganisir,” tegas pihak Kantor Media Gaza.
Argumen “mencegah teroris” kini terbukti harus dibayar dengan darah puluhan ribu anak tak berdosa, sebuah tragedi berdarah yang oleh PBB resmi disejajarkan dengan kejahatan Nazi. (Mun)
-
NASIONAL22/09/2026 13:00 WIBGus Khozin: RUU Reforma Agraria Harus Kembalikan Fungsi Sosial Tanah
-
NASIONAL22/09/2026 19:00 WIBDPR Bongkar Skandal Label Gizi Beras
-
POLITIK22/09/2026 14:44 WIBLAPD Soroti Kewenangan MK Tangani Gugatan Syarat Pendidikan Gibran
-
RIAU23/09/2026 11:45 WIBWartawan dan Pejabat Bengkalis Adu Mekanik di Haornas 2026
-
NASIONAL22/09/2026 16:00 WIBNasim Khan: Tata Niaga Harus Berpihak Petani
-
POLITIK22/09/2026 20:00 WIBPengamat: Syarat DPR 5% Bikin Partai Gerakan Rakyat Kelabakan
-
NUSANTARA22/09/2026 14:30 WIB2 Bulan Siaga, Anak Krakatau Kini Turun Jadi Waspada
-
DUNIA23/09/2026 00:00 WIBSerangan Saudi Hantam Mokha, Anak-anak Jadi Korban

















