Connect with us

NASIONAL

BMKG: Indonesia Makin Kering hingga September

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Indonesia kini berada dalam cengkeraman cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa hampir seluruh pelosok negeri telah dilalap musim kemarau parah. Kolaborasi mematikan antara El Nino intensitas tinggi dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif sukses menguras curah hujan di Tanah Air.

Data BMKG menunjukkan angka yang mengerikan: hingga pertengahan Agustus 2026, sebanyak 76,5 persen Zona Musim (ZOM) resmi memasuki kemarau. Lebih parahnya lagi, 90,79 persen wilayah Indonesia kini mendadak diprakirakan gersang dengan curah hujan di bawah batas normal.

“Curah hujan sangat rendah diprediksi terus menggerus sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua setidaknya hingga awal September mendatang,” bunyi peringatan tegas BMKG.

BACA JUGA  BMKG: Jabodetabek Hujan Ringan hingga Sedang Minggu 15 Februari

Kondisi tanah yang mengering tajam ini bagaikan bom waktu bagi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG melayangkan peringatan keras agar tak ada lagi aksi nekat membuka lahan atau membakar sampah di area rawan seperti lahan gambut dan semak belukar.

Selain ancaman karhutla, masyarakat diminta bersiap menghadapi paparan sinar UV dan cuaca panas menyengat yang berisiko memicu dehidrasi parah. Tabir surya dan penghematan air kini jadi harga mati.

Anehnya, di tengah kepungan cuaca kering ini, potensi ancaman belum selesai. BMKG mewaspadai munculnya hujan lokal mendadak yang disertai angin kencang dan petir – kombinasi berbahaya yang siap merobohkan pohon dan baliho di area publik. (Kusuma/Mun)

BACA JUGA  Waspada Cuaca Ekstrem, Inilah Prediksi Cuaca Hari Ini

TRENDING