DUNIA
Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain
AKTUALITAS.ID – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak yang semakin berbahaya. Setelah serangan militer Amerika ke wilayah Iran dekat Selat Hormuz, Teheran kini dilaporkan melancarkan serangan balasan yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain.
Laporan media Iran menyebut Armada Ke-5 Amerika Serikat yang bermarkas di Bahrain menjadi target dalam gelombang serangan terbaru menggunakan pesawat tanpa awak atau drone militer.
Kantor berita Mehr dan Fars melaporkan bahwa sejumlah fasilitas strategis milik Amerika menjadi sasaran operasi tersebut.
“Dalam gelombang serangan pesawat tak berawak militer ini, antena komunikasi dan fasilitas radar sistem Patriot Armada Ke-5 menjadi sasaran,” tulis laporan yang dipublikasikan media Iran.
Serangan tersebut langsung memicu status siaga di Bahrain. Pemerintah setempat mengeluarkan peringatan serangan udara dan meminta seluruh warga untuk tetap tenang serta segera menuju lokasi perlindungan terdekat.
Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik yang sebelumnya masih berada dalam tahap saling ancam kini telah berkembang menjadi aksi militer terbuka yang melibatkan aset strategis kedua negara.
Ketegangan meningkat tajam setelah Amerika Serikat mengakui melakukan operasi militer defensif terhadap target di Iran. Tak lama kemudian, sejumlah ledakan dilaporkan mengguncang wilayah selatan Iran yang berada di sekitar Selat Hormuz.
Media Iran melaporkan suara ledakan terdengar di Bandar Abbas, Pulau Qeshm, Minab hingga Sirik. Kawasan tersebut merupakan jalur strategis yang selama ini menjadi pusat perhatian dunia karena berdekatan dengan salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Sumber-sumber lokal Iran juga menyebut adanya serangan proyektil yang menghantam beberapa titik di wilayah Qeshm, Kargan dan Sirik.
Rangkaian serangan dan balasan ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Jika eskalasi terus meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan regional, perdagangan internasional, hingga pasokan energi global.
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan terbaru tersebut. Namun satu hal yang semakin jelas, ketegangan antara Washington dan Teheran kini memasuki fase yang jauh lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya.
Dunia internasional pun menyoroti perkembangan situasi dengan cemas, sementara berbagai pihak menyerukan upaya diplomasi untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan Teluk. (Mun)
-
NASIONAL25/07/2026 18:00 WIBKuasa Hukum Don Ritto Nilai Kejagung Prematur Kaitkan Uang dan Emas dengan Febrie Adriansyah
-
RIAU25/07/2026 23:59 WIBHari Jadi ke-514 Bengkalis, Kasmarni Buka CFN dengan Sajian Budaya dan UMKM
-
NASIONAL25/07/2026 17:00 WIBFebrie Adriansyah Resmi Ditahan, Jamwas Kejagung Ungkap Alasan Tanpa Rompi Tahanan
-
RIAU25/07/2026 19:00 WIBRibuan Jamaah Padati Tabligh Akbar Habib Husein Ja’far di Bengkalis, Kasmarni Ingatkan Bahaya FOMO
-
NASIONAL25/07/2026 22:00 WIBFaisal Lohy Minta KPK Dalami Peran Eks Jampidsus
-
NASIONAL26/07/2026 06:00 WIBJubir Otorita IKN Ditemukan Tak Bernyawa di Rusun ASN
-
NASIONAL25/07/2026 20:00 WIBKasus Dugaan Pencabulan Anak di Tanjungbalai, DPR Minta Polisi Ungkap Seluruh Fakta
-
DUNIA25/07/2026 20:00 WIBHawa Neraka Teror Jepang Tembus 40C

















