Connect with us

NUSANTARA

Damai Gagal! Adonara Kembali Bersimbah Darah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Konflik lama akibat sengketa lahan ulayat kembali memicu tragedi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak pada Sabtu (18/7/2026) menyebabkan satu orang meninggal dunia, sejumlah korban luka, serta sedikitnya 12 bangunan terbakar.

Berdasarkan data sementara, empat warga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya yang merupakan perempuan masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius.

“Ada empat pasien yang masuk ke kami. Satu dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya yang merupakan perempuan masih dirawat. Kondisinya kemungkinan akan kami rujuk karena luka yang cukup serius,” kata Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura.

BACA JUGA  Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi

Selain memakan korban jiwa, bentrokan juga mengakibatkan kerusakan besar. Sebanyak 12 bangunan, terdiri atas rumah warga, kios, hingga sebuah apotek, dilaporkan hangus dilalap api.

Puing-puing bangunan yang terbakar masih berserakan di kawasan perbatasan kedua desa, menjadi saksi kerasnya bentrokan yang kembali pecah setelah sempat mereda.

Situasi semakin mencekam ketika warga mendengar beberapa kali suara ledakan keras di tengah bentrokan. Berdasarkan keterangan saksi, ledakan tersebut diduga berasal dari bom rakitan. Hingga kini, aparat masih menyelidiki sumber pasti ledakan tersebut.

“Kami mendengar ledakan keras beberapa kali sebelum api membesar di permukiman. Warga panik dan menyelamatkan diri ke arah perkebunan,” ujar Azhari, salah seorang warga yang berada di lokasi.

BACA JUGA  Erupsi Susulan Lewotobi Laki-Laki, Warga Flores Timur Diminta Waspada

Bentrokan juga menyebabkan Jalan Trans Adonara lumpuh total karena tidak dapat dilalui selama konflik berlangsung.

Ironisnya, insiden ini terjadi hanya beberapa pekan setelah aparat kepolisian bersama tokoh adat dan masyarakat melakukan deklarasi damai melalui penyerahan ratusan senjata api rakitan secara sukarela kepada Polres Flores Timur.

Saat itu, penyerahan senjata dilakukan sebagai simbol komitmen menjaga keamanan dan mengakhiri konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Percayakan penanganan sepenuhnya kepada Polres Flores Timur. Mari kita jaga persaudaraan, saling menghormati, dan bersama-sama mewujudkan Flores Timur yang aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.

BACA JUGA  Bentrok Bersenjata Rakitan di Flores Timur

Sebelumnya, Kapolres juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang telah menyerahkan senjata api rakitan kepada aparat. Ia kembali mengingatkan bahwa kepemilikan senjata api ilegal memiliki ancaman pidana berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa lahan tidak cukup hanya dengan penyerahan senjata. Tanpa penyelesaian menyeluruh terhadap akar persoalan dan penguatan rekonsiliasi di tingkat masyarakat, konflik berpotensi kembali muncul dan menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.

Hingga Sabtu sore, aparat gabungan masih melakukan pengamanan di lokasi, mengevakuasi korban, serta berupaya memastikan situasi tetap terkendali guna mencegah bentrokan susulan. (Kusuma/Mun)

TRENDING