DUNIA
Rudal dan Drone Iran Hancurkan Aset Intelijen AS
AKTUALITAS.ID – Serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran dilaporkan berhasil menghancurkan fasilitas intelijen serta perangkat keras pengawasan Amerika Serikat (AS) di seluruh wilayah Asia Barat. Kerusakan dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya ini memicu krisis finansial dan keamanan serius bagi Washington, dengan perkiraan biaya perbaikan infrastruktur awal mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS.
Menurut laporan eksklusif NBC News yang mengutip empat sumber internal, tingkat kehancuran kali ini menjadi yang terparah dalam sejarah badan intelijen AS. Hantaman presisi Iran merusak pos-pos intelijen vital serta peralatan pengawasan di berbagai titik strategis. Kondisi ini memaksa Kongres AS turun tangan mencari dana darurat guna memulihkan fasilitas yang lumpuh, sekaligus memicu perdebatan sengit mengenai lemahnya sistem pertahanan Pentagon dalam melindungi aset-aset berharga mereka.
Data menunjukkan bahwa gelombang serangan Iran menghantam lebih dari 100 target di sedikitnya 11 instalasi militer AS yang tersebar di tujuh negara kawasan—mulai dari Qatar, UEA, Bahrain, Yordania, Kuwait, Irak, hingga Arab Saudi.
Tak hanya melumpuhkan pusat pengawasan, strategi Iran yang mengandalkan swarm drone dan rudal juga berhasil menguras persediaan amunisi canggih milik AS. Selama periode pertempuran, AS tercatat telah menembakkan lebih dari 13.600 amunisi untuk bertahan. Imbasnya, Pentagon kini harus mengajukan anggaran darurat fantastis sebesar 67 miliar dolar AS, di mana puluhan miliarnya dialokasikan khusus untuk mengisi ulang rudal pertahanan udara yang menipis seperti THAAD, Patriot, dan SM-6.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, secara tertutup bahkan telah memperingatkan bahwa jika operasi militer skala besar kembali pecah, stok rudal pencegat milik Komando Pusat AS (US Central Command) berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Kombinasi hancurnya infrastruktur intelijen bernilai miliaran dolar dan krisis persediaan senjata ini menjadi pukulan telak bagi dominasi militer Washington di Asia Barat. (Mun)
-
POLITIK13/10/2026 06:00 WIBPKS Belum Putuskan Prabowo 2029
-
POLITIK13/10/2026 11:00 WIBPAN Tegaskan Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Cawapres Diserahkan ke Capres
-
RIAU13/10/2026 22:30 WIBWakil Ketua III DPRD Bengkalis Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak
-
RAGAM13/10/2026 13:30 WIBIlmuwan Temukan Cara Membunuh HIV yang Bersembunyi
-
JABODETABEK13/10/2026 05:30 WIBBMKG: Selasa Jakarta Berawan Seharian
-
NUSANTARA13/10/2026 12:30 WIBDarurat Asap! Kualitas Udara Kalteng Masuk Level Mematikan
-
EKBIS13/10/2026 11:30 WIBHarga BBM di Semua SPBU RI Hari Ini Bikin Dompet Aman
-
POLITIK13/10/2026 13:00 WIBNasDem Kaji Aspirasi Daerah Sebelum Sikapi Polemik Ijazah Gibran

















