Connect with us

DUNIA

AL AS Terpaksa Alihkan Anggaran Gaji Demi Operasi Perang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggempur Iran berbuntut krisis finansial serius di tubuh militer AS. Menipisnya cadangan amunisi hingga hancurnya sejumlah pangkalan strategis akibat balasan Tehran memaksa Angkatan Laut (AL) AS mengambil langkah ekstrem: menilap anggaran gaji prajurit demi membiayai operasi perang.

Fakta mengejutkan ini terungkap dari dokumen rahasia Pentagon yang bocor serta laporan The Guardian, Jumat (28/8/2026).

“Uang untuk gaji diambil untuk membayar kontingensi di luar negeri dan sedang diisi kembali dengan uang yang belum dibelanjakan. Mereka mengisi kembali gaji agar kita mendapatkan cukup uang dalam gaji kita,” ungkap seorang pejabat AL AS yang mengetahui manuver tambal sulam anggaran tersebut.

BACA JUGA  Washington Klaim Teheran Melemah Drastis

Beban finansial Washington melonjak tajam sejak konflik meletus pada akhir Februari 2026. AL AS tak hanya memimpin gelombang serangan awal, tetapi juga harus menanggung biaya operasi blokade laut berskala besar di kawasan Timur Tengah.

Pensiunan perwira AL AS sekaligus pakar pertahanan, Harlan Ullman, menyebut situasi keuangan armada perang AS saat ini berada di titik kritis. “Cadangan dana sudah menipis,” lugasnya.

Dampak krisis ini mulai menjalar ke mana-mana. Selain menunda perawatan non-darurat di berbagai fasilitas pangkalan darat, aturan ketat Kongres terkait batas alokasi anggaran dari total US$ 300 miliar untuk tahun fiskal 2026 membuat Pentagon kelimpungan memindahkan dana antarpos secara legal.

BACA JUGA  Trump: Iran Belum Pantas Buat Kesepakatan

Meski Gedung Putih telah mengemis pendanaan darurat kepada Kongres, peluang cairnya dana tambahan tersebut dinilai sangat tipis menyusul merosotnya dukungan publik AS terhadap perang ini. (Mun)

TRENDING