Connect with us

DUNIA

Trump Jual Akses Medsos Rp1,8 Miliar Bulan

Aktualitas.id -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Rencana bisnis terbaru yang dikaitkan dengan perusahaan media sosial milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kontroversi. Trump Media and Technology Group (TMTG) dilaporkan tengah mempertimbangkan layanan berbayar yang memberikan akses prioritas ke unggahan di Truth Social, dengan tarif mencapai US$100.000 atau sekitar Rp1,8 miliar per bulan.

Menurut laporan Reuters dan Financial Times, skema tersebut ditujukan bagi bank, perusahaan investasi, dan pelaku perdagangan (trader) yang ingin memperoleh akses lebih cepat ke unggahan dari sejumlah akun berpengaruh di Truth Social, termasuk akun Trump yang menjadi pusat perhatian.

Selain paket utama, perusahaan juga dilaporkan membahas paket sekitar US$60.000 per bulan bagi pelanggan yang bersedia mengambil kontrak jangka panjang.

Rencana tersebut langsung menuai kritik dari sejumlah pakar etika dan politisi Partai Demokrat. Mereka menilai jika akses yang lebih cepat terhadap pernyataan presiden diperjualbelikan, hal itu dapat menimbulkan persoalan serius terkait transparansi pemerintahan dan potensi konflik kepentingan.

BACA JUGA  Demi Keamanan Nasional, Trump Keluarkan Perintah Resmi Larang TikTok di AS

Kathleen Clark, pakar etika pemerintahan dari Washington University School of Law, mengkritik gagasan tersebut dengan menyatakan bahwa menjual akses istimewa terhadap informasi yang berkaitan dengan aktivitas presiden berpotensi menimbulkan persoalan etika.

“Dia menjual akses berbayar dan istimewa atas informasi soal apa yang ia lakukan sebagai presiden,” kata Clark.

Clark juga menyebut praktik tersebut sebagai bentuk eksploitasi kekuasaan yang menurut pandangannya tidak pantas jika digunakan untuk kepentingan ekonomi pribadi.

Kontroversi muncul karena setiap pernyataan Trump mengenai tarif perdagangan, kebijakan ekonomi, atau konflik internasional kerap memengaruhi pergerakan pasar keuangan global. Dalam beberapa kesempatan, unggahan Trump di Truth Social bahkan memicu fluktuasi tajam di pasar energi dan saham.

BACA JUGA  Sidang Pemakzulan Trump Dimulai

Salah satu contohnya terjadi saat Trump mengumumkan jeda 90 hari penerapan tarif baru pada 9 April 2025, yang diikuti lonjakan indeks pasar. Pada periode konflik AS–Israel dengan Iran, unggahannya mengenai perkembangan situasi juga menjadi perhatian investor karena berpengaruh terhadap harga energi dunia.

Melalui pengumuman resminya, Trump Media and Technology Group menyatakan akan menghadirkan layanan “Truth API”, yakni feed data berlisensi untuk kalangan perbankan dan perusahaan perdagangan yang ingin memperoleh akses data dari akun-akun paling berpengaruh di platform tersebut.

Namun, hingga kini belum ada pengumuman bahwa layanan tersebut telah diterapkan dengan tarif yang dilaporkan. Rencana tersebut masih menjadi pembahasan internal perusahaan berdasarkan laporan media.

BACA JUGA  Israel Klaim Trump Siap Musnahkan Nuklir Iran

Sejumlah anggota Partai Demokrat turut mengecam gagasan itu. Senator Ron Wyden menilai layanan tersebut berpotensi memberi keuntungan bagi pelaku pasar tertentu sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai pemisahan antara kepentingan bisnis dan jabatan publik.

Kontroversi ini kembali menyoroti perdebatan lama mengenai batas antara aktivitas bisnis pribadi dan peran seorang presiden. Para pengkritik mempertanyakan apakah akses berbayar terhadap unggahan yang berpotensi memengaruhi pasar dapat selaras dengan prinsip transparansi dan keadilan, sementara pendukung Trump berpendapat perusahaan swasta berhak mengembangkan layanan komersial selama tetap mematuhi hukum yang berlaku. (Mun)

TRENDING