DUNIA
Trump Mau Hapus Nama Mexico dari Peta AS
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan kontroversial. Kali ini, Trump mengusulkan perubahan nama negara bagian New Mexico menjadi “New America”.
Usulan tersebut kembali memicu sorotan publik, terutama karena muncul hanya beberapa hari setelah Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengganti nama Danau Ontario di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada menjadi “Danau Amerika”, di tengah ketegangan hubungan dagang kedua negara.
Trump melontarkan gagasan terbarunya melalui unggahan media sosial pada Minggu (6/9/2026) waktu setempat.
“Banyak orang menyarankan untuk mengubah nama New Mexico… menjadi NEW AMERICA,” tulis Trump.
Menurut Trump, nama baru tersebut dianggap lebih bergengsi dan indah bagi negara bagian yang disebutnya memiliki potensi luar biasa.
“Jauh lebih bergengsi dan indah bagi penduduk negara bagian yang berpotensi luar biasa itu. Wow, saya menyukainya!!!” lanjut Trump.
Tak lama setelah unggahan tersebut, Gedung Putih ikut mengunggah ulang sebuah gambar yang memperlihatkan kata “Mexico” pada nama New Mexico dicoret dan diganti dengan kata “America”.
Namun, gagasan itu langsung mendapat penolakan keras dari Gubernur New Mexico, Michelle Lujan Grisham.
Grisham menegaskan bahwa nama New Mexico bukan sesuatu yang bisa diubah seenaknya. Dalam keterangannya kepada media AS, ia menyebut nama tersebut memiliki sejarah panjang, bahkan sudah ada sebelum Amerika Serikat berdiri.
“Nama itu sudah menjadi milik kita sebelum Amerika Serikat terbentuk,” tegas Grisham.
Gubernur yang telah memimpin New Mexico sejak 2019 itu juga menilai usulan Trump sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan lain yang tengah dihadapi masyarakat Amerika.
Menurutnya, Trump lebih memilih memunculkan kontroversi baru ketimbang membahas persoalan ekonomi, termasuk kenaikan harga bahan bakar.
Sejumlah media di Amerika Serikat bahkan melaporkan bahwa gagasan perubahan nama New Mexico tersebut awalnya beredar sebagai hoaks di internet sebelum kemudian diangkat langsung oleh Trump.
Usulan mengganti nama wilayah bukan kali pertama dilakukan Trump.
Pekan lalu, Trump sempat melontarkan gagasan untuk mengubah nama Selat Hormuz menjadi “Selat Trump” di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Namun, beberapa jam kemudian Trump mengisyaratkan bahwa dirinya tidak sepenuhnya serius dengan gagasan tersebut.
Sebelumnya, Trump juga telah mengambil langkah kontroversial dengan mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika pada hari pertama masa jabatan keduanya di Gedung Putih pada 2025.
Kebijakan itu mendapat penolakan keras dari Meksiko.
Kini, gagasan mengganti nama New Mexico menjadi “New America” kembali menambah daftar kontroversi Trump terkait perubahan nama wilayah.
Bagi Trump, pergantian nama tampaknya menjadi bagian dari simbol politik dan kebanggaan nasional. Namun bagi para pengkritiknya, langkah tersebut justru dianggap sebagai manuver kontroversial yang mengundang kegaduhan dan mengalihkan perhatian publik dari persoalan yang lebih mendesak.
Trump kembali membuat gaduh. Kali ini, bukan negara lain yang menjadi sasaran perubahan nama, melainkan salah satu negara bagian Amerika Serikat sendiri. (Mun)
-
EKBIS07/09/2026 09:45 WIBIHSG Sempat Naik, Lalu Terjun ke Zona Merah
-
NASIONAL07/09/2026 06:00 WIBAnak Krakatau Erupsi, Menhub Beri Perintah Tegas ke Operator Kapal Merak
-
DUNIA06/09/2026 21:00 WIBPBB Bongkar Pengusiran 33 Ribu Warga Palestina di Tepi Barat
-
JABODETABEK07/09/2026 05:30 WIBJakarta Diguyur Cuaca Cerah Menyengat Awal Pekan
-
NASIONAL07/09/2026 10:00 WIBMenteri Jumhur Instruksikan Daerah Amankan Air Bersih dari Abu Vulkanik
-
NASIONAL07/09/2026 09:00 WIBPVMBG: Penurunan Seismik Bukan Tanda Anak Krakatau Mereda
-
JABODETABEK07/09/2026 09:15 WIBHari Ini 12 Perjalanan KRL Bogor Tak Beroperasi
-
NASIONAL07/09/2026 11:00 WIBWaka MPR: Warga Harus Terlindungi dari Dampak Abu Krakatau

















