NASIONAL
Menteri Jumhur Instruksikan Daerah Amankan Air Bersih dari Abu Vulkanik
AKTUALITAS.ID – Dampak ekologis dari amukan Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda memantik reaksi sigap pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pihaknya tengah menggerakkan pengawasan ketat terhadap ancaman kerusakan lingkungan dan kualitas hidup warga di wilayah pesisir terdampak.
Langkah taktis ini diambil menyusul masifnya sebaran abu vulkanik yang tidak hanya melumpuhkan transportasi udara, tetapi juga mengancam keselamatan biosfer darat dan perairan. Jumhur memastikan, keselamatan masyarakat dan mitigasi lingkungan kini menjadi prioritas mutlak lembaganya.
“Saya menyampaikan pesan dan imbauan dalam menyikapi erupsi Gunung Anak Krakatau dua hari belakangan ini. Kementerian Lingkungan Hidup terus memantau secara intensif dampak ekologis dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda,” ujar Jumhur dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).
Sebagai langkah konkret menghadapi ancaman pencemaran udara dan air akibat material vulkanik, Kementerian Lingkungan Hidup langsung bergerak menerjunkan satuan tugas khusus ke titik-titik rawan di pesisir Banten dan Lampung.
“Tim reaksi cepat Kementerian Lingkungan Hidup telah diturunkan untuk melakukan pengukuran kualitas udara ambien, serta pemantauan kualitas air laut di wilayah pesisir Banten dan Lampung,” tegas Jumhur.
Pengujian laboratorium lapangan tersebut difokuskan untuk mendeteksi secara dini tingkat bahaya paparan debu terhadap atmosfer serta potensi kerusakan ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan setempat.
Di samping mengerahkan tim ahli, Menteri Jumhur menginstruksikan agar pemerintah daerah di wilayah zona merah segera mengamankan infrastruktur dasar warga, khususnya higienitas penampungan air bersih dari risiko kontaminasi partikel beracun sisa letusan.
Masyarakat luas juga kembali diingatkan untuk tidak meremehkan bahaya laten abu vulkanik dengan disiplin mengenakan masker pelindung saat beraktivitas di luar ruangan serta patuh pada instruksi mitigasi resmi dari BNPB dan PVMBG.
“Saya juga meminta kepada pemerintah daerah untuk mengamankan sumber air bersih warga dari kontaminasi abu vulkanik. Pemulihan ekosistem pesisir dan penanganan dampak biologis akan dilaksanakan begitu kondisi aktivitas gunung api dinyatakan stabil,” pungkasnya. (Bowo/Mun)
-
DUNIA06/09/2026 15:00 WIBAS Klaim Ledakkan 3 Tanker Minyak Iran
-
NASIONAL06/09/2026 16:00 WIBBandara Soetta Ditutup Lagi hingga 17.30 WIB
-
DUNIA06/09/2026 12:00 WIBAS Kucurkan Paket Senjata Rp88 T ke Saudi
-
NASIONAL06/09/2026 14:00 WIBKoalisi Sipil Desak MA-KY Bongkar Putusan Banding Kasus Andrie Yunus
-
NASIONAL06/09/2026 17:00 WIBAnak Krakatau Erupsi, Prabowo Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada
-
NUSANTARA06/09/2026 11:30 WIBPegawai Restoran Palu Tewas Terjepit Lift
-
POLITIK06/09/2026 13:00 WIBAHY Tegaskan TNI-Polri Wajib Netral Saat Pemilu
-
DUNIA06/09/2026 21:00 WIBPBB Bongkar Pengusiran 33 Ribu Warga Palestina di Tepi Barat

















