DUNIA
Mojtaba Khamenei: Amerika Akan Menyesal Jika Konflik Terus Dipicu
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan peringatan keras kepada Washington dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menerima “pelajaran yang tak terlupakan” apabila terus meningkatkan konfrontasi terhadap Teheran.
Melalui unggahan di platform media sosial X, yang dikutip Anadolu Agency pada Minggu (19/7/2026), Khamenei menuduh Amerika Serikat berulang kali melanggar nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya ditandatangani kedua negara.
Menurut Khamenei, dugaan pelanggaran tersebut membuat komitmen Amerika Serikat kehilangan kredibilitas.
“Tanda tangan Presiden Donald Trump tidak lagi bernilai dan tidak memiliki kredibilitas,” demikian inti pernyataan Khamenei dalam unggahannya.
Khamenei menilai tindakan Washington menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak dapat dipercaya dalam menjalankan kesepakatan internasional. Ia juga menuduh kebijakan Amerika dibangun di atas praktik pemaksaan, dominasi, dan kekerasan.
Lebih jauh, Khamenei memperingatkan bahwa apabila Amerika Serikat terus memperbesar eskalasi konflik, rakyat Iran bersama kelompok yang ia sebut sebagai “Front Perlawanan” akan memberikan respons yang disebutnya sebagai “pelajaran yang tak terlupakan.”
Di tengah meningkatnya ketegangan, Khamenei juga menyerukan persatuan nasional. Ia menilai solidaritas masyarakat dan para pejabat Iran menjadi faktor penting dalam menjaga martabat, kedaulatan, dan kemerdekaan negara.
Ia turut memberikan apresiasi kepada pasukan Iran dan masyarakat di wilayah selatan negara tersebut yang menurutnya telah menunjukkan keberanian dalam menghadapi situasi beberapa hari terakhir.
Senada dengan itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan menghindari perpecahan. Melalui akun X miliknya, Pezeshkian menyebut persatuan nasional sebagai kunci menghadapi situasi yang ia gambarkan sebagai momen bersejarah bagi Iran.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan Teheran telah menghentikan pelaksanaan sebagian komitmennya dalam nota kesepahaman tersebut karena menilai Amerika Serikat lebih dahulu melanggar kewajibannya.
Ketegangan kedua negara terus meningkat meski pada Juni lalu Iran dan Amerika Serikat telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan itu dimaksudkan untuk menghentikan konflik bersenjata dan membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan terbaru Mojtaba Khamenei. Sementara itu, situasi di Timur Tengah masih menjadi perhatian dunia di tengah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas. (Mun)
-
NASIONAL20/07/2026 07:00 WIBEddy Soeparno Desak Reformasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
-
NUSANTARA20/07/2026 08:30 WIBHujan Tak Henti, Tapanuli Tengah Lumpuh Diterjang Banjir
-
POLITIK20/07/2026 13:00 WIBPDIP Desak BGN Buka Data Kader yang Diduga Terlibat MBG
-
NASIONAL20/07/2026 11:00 WIBDPR Minta Hotman Stop Bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie
-
NASIONAL20/07/2026 10:00 WIBBawaslu Tantang Mahasiswa Adu Argumen Soal Hukum Pemilu
-
NASIONAL20/07/2026 09:00 WIBHina Wartawan, Iwakum Tuntut Hotman Minta Maaf Terbuka
-
EKBIS20/07/2026 11:00 WIBMinyak Dunia Tembus USD91/Barel
-
NASIONAL20/07/2026 17:30 WIBBRIN Sebut Pola Komunikasi Kepala Bakom Perlu Dievaluasi

















