Connect with us

EKBIS

Pagi Hijau! Rupiah Menguat Lawan Dolar AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada awal perdagangan Rabu (15/4/2026), seiring pelemahan dolar AS di pasar global.

Berdasarkan data pasar uang pukul 09.00 WIB, rupiah berada di level Rp17.123 per dolar AS, menguat sekitar 4 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.127 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi di tengah tren pelemahan dolar AS yang masih bertahan di dekat level terendah dalam enam pekan terakhir. Kondisi ini turut memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga mencatatkan penguatan terhadap dolar AS. Baht Thailand memimpin dengan kenaikan 0,34 persen, diikuti ringgit Malaysia 0,18 persen, serta won Korea Selatan 0,06 persen.

Meski demikian, pergerakan rupiah cenderung fluktuatif. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat melemah ke level Rp17.141 per dolar AS pada pukul 09.46 WIB. Sementara data Yahoo Finance menunjukkan posisi rupiah berada di kisaran Rp17.130 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih akan bergerak volatil sepanjang hari ini dan berpotensi ditutup melemah di rentang Rp17.120 hingga Rp17.170 per dolar AS.

“Pergerakan rupiah masih dipengaruhi dinamika global, terutama arah dolar AS serta sentimen geopolitik,” ujarnya.

Dari sisi eksternal, sentimen positif datang dari harapan meredanya ketegangan geopolitik, terutama terkait peluang lanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Selain itu, fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat juga turut menopang rupiah. Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2026 dan 2027, lebih tinggi dari realisasi tahun sebelumnya.

Namun demikian, ketidakpastian global masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai, termasuk perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan harga energi dunia.

Dengan kombinasi sentimen positif dan risiko eksternal, pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam mencermati arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek. (Firmansyah/Mun)

TRENDING