RIAU
Kasus Razia Pekanbaru, Dokter Sebut Paparan Asap Ganja Pasif Bisa Picu Hasil Positif
AKTUALITAS.ID – Seseorang ternyata bisa dinyatakan positif narkoba meski tidak mengonsumsi ganja secara langsung. Paparan asap ganja di ruangan tertutup dengan ventilasi minim disebut dapat memicu hasil positif tes narkoba secara pasif, terutama jika seseorang berada cukup lama di dekat pengguna aktif.
Penjelasan itu disampaikan Dokter Spesialis Paru Indra Yovi, di tengah sorotan razia tempat hiburan malam di Pekanbaru yang menyeret 13 orang dengan hasil tes positif narkoba jenis ganja dan Etomidate.
Indra mengatakan seseorang yang tidak mengisap ganja tetap berisiko dinyatakan positif narkoba apabila terpapar asap di ruang tertutup seperti toilet, mobil, atau ruangan dengan sirkulasi udara buruk.
“Sama seperti asap rokok biasa, terhisap bisa terpapar. Di tes pun positif, terpapar karena dia tidak mengisap secara aktif tapi di dalam ruangan yang ada asap rokok atau ganja atau vape ya positif. Kalau rokok tak menyalahi hukum, kalau ganja ya menyalahi,” kata dr Indra Yovi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon di Pekanbaru, Kamis (28/5/2026).
Menurut dia, efek paparan ganja secara pasif tidak berlangsung permanen dan akan hilang dalam jangka waktu tertentu, tergantung jenis pemeriksaan yang dilakukan.
“Kalau di rambut lama sampai satu bulan, kalau di urine dua minggu,” ujarnya.
Ia menjelaskan seseorang tidak membutuhkan waktu lama untuk mengalami paparan pasif hingga berpotensi menghasilkan hasil positif saat pemeriksaan narkoba.
“Sebentar saja bisa. Intinya bisa terpapar walaupun tidak menghisap ganja secara pasif. Untuk kembali negatif tinggal tunggu saja,” ucapnya.
Indra menilai risiko hasil positif lebih tinggi apabila paparan terjadi di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk, misalnya toilet umum, kendaraan, atau ruang sempit tanpa aliran udara memadai.
Kasus ini menjadi sorotan setelah 13 orang terjaring razia di tempat hiburan malam di Pekanbaru pada Minggu (24/5/2026) dini hari dan dinyatakan positif narkoba jenis ganja serta Etomidate. Peristiwa tersebut ramai dibicarakan di media sosial dan disebut menyeret nama anak seorang pejabat di Riau.
Mereka berasal dari Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan dengan inisial KS (32), RR (22), GSA (21), PT (28), AF (21), MAY (24), IMF (22), MA (22), NR (23), SAP (23), SA (23), dan ALS (23).
Selain itu, tiga dari 13 orang yang terjaring razia juga dinyatakan positif ganja. Namun, satu di antaranya diduga tidak mengonsumsi langsung, melainkan terpapar asap ganja secara pasif saat berada di toilet tertutup bersama dua orang yang sedang mengisap ganja.
Sumber di kepolisian menyebut ketiganya sempat berbincang di toilet sempit dengan ventilasi terbatas, sehingga satu orang ikut terpapar asap tanpa menjadi pengguna aktif.
“Dari 13 orang yang melalui proses, satu orang FER naik proses penyidikan dan lainnya menjalani rehabilitasi, ada yang rawat inap dan rawat jalan sesuai putusan tim assessment terpadu,” kata sumber kepolisian.
Kasus ini kembali memunculkan perhatian terhadap risiko paparan asap ganja secara pasif yang dapat memengaruhi hasil tes narkoba, terutama pada ruang tertutup dengan sirkulasi udara minim.(Bambang Irawan)
-
POLITIK29/08/2026 10:00 WIBHaikal Hasan: Klarifikasi Budi Arie Tak Bisa Diterima
-
DUNIA29/08/2026 00:00 WIBRudal & Drone Iran Hancurkan Aset Intelijen AS
-
RIAU28/08/2026 22:00 WIBPolisi Tangkap Pria Pembakar Lahan Sawit Gara-Gara Rokok
-
NUSANTARA28/08/2026 23:00 WIBKebakaran Gunung Arjuno Meluas
-
OASE29/08/2026 05:00 WIBNabi Idris Disebut Langsung di Al-Qur’an
-
JABODETABEK29/08/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Cerah Total 29 Agustus
-
JABODETABEK29/08/2026 07:30 WIBAnak 6 Tahun Meregang Nyawa Kesetrum di Area Minimarket Depok
-
NASIONAL29/08/2026 06:00 WIBBGN Pastikan Dapur 3T Tetap Jalan Meski Anggaran Dipangkas

















