Connect with us

EKBIS

Rupiah Kembali Tersungkur Usai BI Naikkan Suku Bunga

Aktualitas.id -

Rupiah dibawah Dolar AS, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali bergerak liar pada perdagangan Kamis pagi (21/5/2026). Setelah sempat menguat tipis di awal perdagangan, mata uang Garuda kembali tertekan hingga mendekati level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

Data Bloomberg mencatat rupiah sempat menguat tipis 0,01 persen ke level Rp17.651 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB. Namun penguatan itu tidak bertahan lama. Rupiah kembali melemah ke kisaran Rp17.660 hingga Rp17.680 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah terjadi meski Bank Indonesia (BI) baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Langkah agresif BI ternyata belum cukup kuat menahan tekanan eksternal yang terus menghantam pasar keuangan domestik.

Pelaku pasar kini memilih bersikap wait and see sambil menanti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Di saat yang sama, lonjakan harga minyak dunia dan kenaikan imbal hasil obligasi AS ikut memperbesar kekhawatiran arus modal keluar dari Asia.

Rupiah juga melemah bersama won Korea Selatan dan dolar Singapura, sementara sebagian besar mata uang Asia lainnya masih bergerak di zona hijau.

Tekanan tambahan datang dari kondisi fiskal domestik yang menjadi sorotan investor. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyinggung rendahnya rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang hanya berada di kisaran 11-12 persen, jauh di bawah sejumlah negara tetangga di Asia.

Kondisi tersebut dinilai mempersempit ruang fiskal pemerintah dalam menghadapi gejolak ekonomi global, terutama ketika kebutuhan belanja negara terus meningkat untuk subsidi energi hingga menjaga daya beli masyarakat.

Analis memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah, terutama jika dolar AS kembali menguat dan harga minyak dunia terus menanjak. (Firman/Mun)

TRENDING