Connect with us

DUNIA

Kuba Bersumpah Bikin AS Banjir Darah Jika Donald Trump Nekat Menyerang

Aktualitas.id -

Kuba Bersumpah Bikin AS Banjir Darah Jika Donald Trump Nekat Menyerang, ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Kuba dan Amerika Serikat kembali mencapai titik panas setelah Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel melontarkan peringatan keras bahwa setiap serangan militer dari Washington akan berujung pada “pertumpahan darah” dan konsekuensi besar bagi stabilitas kawasan Amerika Latin.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya tekanan politik dan ekonomi dari pemerintahan Presiden Donald Trump, yang disebut terus memperketat sanksi dan membuka opsi tindakan militer terhadap Havana.

Melalui unggahan di media sosial X, Díaz-Canel menegaskan bahwa Kuba tidak memiliki niat agresif terhadap negara mana pun, termasuk Amerika Serikat. Namun ia menekankan bahwa negaranya berada dalam kondisi “agresi multidimensi” yang berlangsung lama.

“Kuba tidak menimbulkan ancaman dan tidak memiliki rencana agresif terhadap negara mana pun,” tulis Díaz-Canel dalam pernyataannya.

Ia menambahkan bahwa jika terjadi serangan militer, Kuba memiliki hak penuh untuk membela diri, dan setiap tindakan tersebut akan membawa dampak yang tidak terhitung bagi keamanan regional.

Ketegangan ini semakin meningkat setelah laporan mengenai langkah-langkah keras Washington, termasuk sanksi baru terhadap pejabat tinggi Kuba serta pembatasan ketat terhadap aliran energi yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Havana.

Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat diketahui menjatuhkan sanksi tambahan terhadap sejumlah pejabat senior Kuba, termasuk aparat intelijen dan militer, sebagai bagian dari strategi tekanan politik yang lebih luas terhadap pemerintah Havana.

Sanksi tersebut juga diperkuat dengan pembatasan pengiriman energi, yang berdampak pada krisis listrik berkepanjangan di Kuba dan memperburuk kondisi ekonomi domestik.

Di sisi lain, pemerintah Kuba menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk tekanan ekstrem yang dapat mendorong eskalasi konflik terbuka. Havana juga menegaskan bahwa rakyat sipil tidak boleh menjadi target dalam konflik politik antara kedua negara.

Ketegangan terbaru ini menandai babak baru dalam hubungan panjang yang penuh konflik antara Washington dan Havana, yang selama puluhan tahun diwarnai embargo, sanksi, dan krisis diplomatik berkepanjangan. (Mun)

Continue Reading

TRENDING