EKBIS
IHSG Hari Ini Ambles Lagi 1,35%
AKTUALITAS.ID – Bursa saham Indonesia kembali dibuka dalam situasi mencekam. Setelah sehari sebelumnya ambruk lebih dari 3 persen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terseret derasnya aksi jual dan sempat ambles hingga 1,35 persen pada awal perdagangan Rabu (20/5/2026). Investor dibuat harap-harap cemas menanti arah kebijakan Presiden Prabowo dan keputusan penting Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.
Sejak bel pembukaan dibunyikan, IHSG langsung bergerak di zona merah. Indeks sempat menyentuh level terendah 6.282,157 sebelum perlahan memangkas sebagian pelemahan.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG dibuka turun 18,47 poin atau 0,29 persen ke posisi 6.352,20. Namun tekanan jual yang begitu kuat membuat indeks makin terperosok hingga minus 1,35 persen hanya beberapa menit setelah perdagangan dimulai.
Hingga pukul 09.03 WIB, IHSG tercatat turun 45,18 poin atau 0,71 persen ke level 6.325,497.
Mayoritas saham berada di zona merah. Sebanyak 357 emiten melemah, hanya 146 saham menguat dan 170 saham stagnan. Nilai transaksi pagi ini tercatat mencapai Rp898,5 miliar dengan volume perdagangan 1,71 miliar saham.
Saham-saham unggulan seperti BBCA, BBRI, TPIA, BUMI dan ASPR menjadi yang paling ramai diperdagangkan di tengah meningkatnya aksi jual investor.
Pada sesi preopening, IHSG tercatat melemah 18,476 poin atau 0,29 persen ke level 6.352,202. Sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sempat menyusut ke Rp11.048 triliun sebelum akhirnya bergerak di kisaran Rp11.107 triliun.
Tekanan besar di pasar finansial domestik dipicu kombinasi sentimen internal dan global. Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti pidato arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo di DPR yang diperkirakan akan menentukan arah optimisme investor dalam jangka pendek.
Selain itu, fokus utama pasar juga tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan siang ini. Keputusan terkait suku bunga acuan dinilai sangat krusial di tengah tekanan berat terhadap rupiah dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan.
Di sisi eksternal, tensi geopolitik global dan kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk saham di emerging market seperti Indonesia.
Meski IHSG bergerak liar di zona merah, investor asing justru terlihat mulai masuk ke pasar. Hingga perdagangan pagi, asing tercatat melakukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp321,3 miliar.
Mengacu data RTI hingga pukul 09.25 WIB, IHSG sempat berbalik menguat tipis 6,378 poin atau 0,10 persen ke level 6.377,058. Namun tekanan jual masih mendominasi dengan 341 saham melemah, 229 saham menguat, dan 156 saham stagnan.
Total transaksi pagi ini telah mencapai Rp2,664 triliun dengan volume perdagangan menyentuh 5,141 miliar saham. (Firman/Mun)
-
NASIONAL19/05/2026 18:30 WIBBukan Lagi Fokus Jaga Pertahanan, TNI Kini Urus Jagung dan Kedelai
-
DUNIA19/05/2026 12:00 WIBTrump Frustrasi Iran Ogah Manut Soal Damai
-
POLITIK19/05/2026 14:00 WIBPSI: DPR Harusnya Pindah Dulu ke IKN
-
NUSANTARA19/05/2026 14:30 WIBKapal Muat 17 Sapi & 1000 LPG Tenggelam
-
PAPUA TENGAH19/05/2026 16:00 WIBInsiden Ledakan di Luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Intan Jaya
-
NUSANTARA19/05/2026 12:30 WIBRatusan KK Terdampak Banjir di Kota Gorontalo
-
JABODETABEK19/05/2026 13:30 WIBShowroom Motor Jaktim Sekap Pemuda Gegara Nunggak PCX
-
DUNIA19/05/2026 15:00 WIBNetanyahu Akui Israel Bajak Armada Flotilla

















