EKBIS
Rupiah Nyaris Lumpuh Rp17.718/USD
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali babak belur di pasar spot! Mata uang Garuda terus tertekan dan bahkan sempat menyentuh level terlemah sepanjang masa di tengah perkasanya dolar Amerika Serikat serta meningkatnya ketegangan global.
Pada pembukaan perdagangan Selasa (19/5/2026), rupiah dibuka melemah ke level Rp17.679 per dolar AS. Tekanan terus berlanjut hingga rupiah sempat terperosok ke level Rp17.718 per dolar AS sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah sekitar 17 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp17.685 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.
Di saat bersamaan, indeks dolar AS justru menguat ke level 99.052, memperlihatkan dominasi mata uang Negeri Paman Sam terhadap mayoritas mata uang Asia.
Tekanan terhadap rupiah juga sejalan dengan pelemahan mata uang regional. Won Korea Selatan menjadi mata uang Asia dengan penurunan terdalam setelah anjlok 0,56 persen. Dolar Taiwan ikut tersungkur 0,19 persen, sementara yen Jepang, dolar Singapura, dan baht Thailand juga ikut melemah.
Di tengah badai tekanan tersebut, hanya beberapa mata uang Asia yang mampu bertahan di zona hijau seperti peso Filipina, yuan China, dan ringgit Malaysia.
Pelaku pasar kini dibayangi kekhawatiran besar terhadap arah kebijakan suku bunga global, terutama Amerika Serikat, ditambah tensi geopolitik dunia yang kembali memanas.
Posisi rupiah saat ini bahkan mendekati level terlemahnya dalam 52 minggu terakhir dan memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan domestik.
Meski demikian, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menilai pelemahan rupiah lebih banyak dipicu faktor eksternal dan kebutuhan musiman, bukan karena rapuhnya fundamental ekonomi Indonesia.
Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI pada Senin (18/5), Perry menyebut rupiah saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau undervalue.
Karena itu, Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah masih memiliki peluang untuk kembali menguat setelah tekanan global mereda.
Namun hingga kini, tekanan dolar AS yang semakin agresif tetap menjadi momok utama bagi pasar keuangan Indonesia dan membuat pergerakan rupiah berada di bawah bayang-bayang volatilitas tinggi. (Firman/Mun)
-
RIAU18/05/2026 15:43 WIBKorporasi Sawit Raksasa PT Musim Mas Jadi Tersangka, Kerugian Lingkungan Rp187,8 Miliar
-
RIAU18/05/2026 14:47 WIBDukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kota Tinggi Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong
-
NASIONAL18/05/2026 16:00 WIBSengketa Warisan Raden Nangling, Ruri Jumar Saef Bongkar Fakta vs Rekayasa
-
NASIONAL18/05/2026 13:00 WIBPrabowo Tegaskan Penyelewengan MBG Akan Ditindak Tanpa Ampun
-
OLAHRAGA18/05/2026 17:30 WIBSelangkah Lagi Persib Bandung Juara Super League
-
EKBIS18/05/2026 18:00 WIBPurbaya: Ekonomi RI Stabil dan Defisit APBN Terkendali
-
POLITIK18/05/2026 14:00 WIBIdham Holik Tegaskan Kampus Kunci Selamatkan Demokrasi RI
-
NUSANTARA18/05/2026 13:30 WIBJembatan Wouma Ambruk, Puluhan Warga Tenggelam Massal

















