Connect with us

JABODETABEK

Ormas GRIB Jaya Geruduk Rumah Penulis di Cimanggis

Aktualitas.id -

anggota Grib Jaya . Foto Tangkapan Layar Youtube Grib Jaya

AKTUALITAS.ID – Suasana mencekam pecah di kawasan Cimanggis, Depok, setelah rumah penulis Ahmad Bahar didatangi massa dari organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya. Insiden yang terjadi pada Minggu (17/5/2026) itu langsung memicu kepanikan warga dan viral di media sosial.

Penggerudukan tersebut diduga dipicu konten yang dibuat Ahmad Bahar dan dianggap merugikan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan adanya laporan warga terkait kedatangan massa ke rumah Ahmad Bahar melalui layanan darurat 110.

“Pada hari itu kami melaksanakan pengecekan pengaduan warga lewat 110, di mana rumah Bapak Ahmad Bahar didatangi Pak Hercules,” kata Made, Senin (18/5/2026).

Menurut polisi, persoalan bermula dari konten yang diunggah dan dinilai merugikan pihak Hercules. Namun Ahmad Bahar disebut mengaku bahwa telepon genggamnya sempat diretas.

“Terkait konten yang merugikan Saudara Hercules, menurut keterangan Bapak Ahmad Bahar handphone kena hacker,” ujar Made.

Situasi sempat makin panas setelah muncul kabar liar yang menyebut anak Ahmad Bahar diduga disandera saat keributan berlangsung. Isu itu langsung menyebar luas di media sosial dan memicu spekulasi publik.

Namun polisi memastikan kabar tersebut tidak benar. Anak Ahmad Bahar dipastikan dalam kondisi aman dan sehat.

“Kondisi anaknya sudah kembali dalam keadaan sehat,” tegas Made.

Meski sempat menegangkan, konflik kedua pihak akhirnya diselesaikan secara damai. Polisi mempertemukan pihak Ahmad Bahar dan GRIB Jaya dalam musyawarah di Mapolres Metro Depok pada Minggu malam.

Hasilnya, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan menandatangani surat pernyataan damai.

“Semalam sudah dibuat surat kesepakatan pernyataan bersama untuk berdamai di Polres Metro Depok,” kata Made.

Kasus ini kembali memunculkan sorotan publik terhadap eskalasi konflik yang dipicu konten media sosial, sekaligus memperlihatkan bagaimana ketegangan di ruang digital dapat dengan cepat berubah menjadi aksi massa di dunia nyata. (Kusuma/Mun)

TRENDING