Connect with us

OTOTEK

Kemenag Warning Penipuan Daftar Nikah Online

Aktualitas.id -

Ilustrasi ijab kabul pernikahan, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Calon pengantin kini jadi sasaran empuk penipu digital. Kementerian Agama mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya modus penipuan daftar nikah yang mencatut nama KUA dan logo resmi Kemenag untuk menguras uang korban lewat pembayaran palsu dan QRIS abal-abal.

Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan pendaftaran nikah yang mengatasnamakan Kantor Urusan Agama (KUA).

Modus penipuan ini dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, termasuk Banten dan Jawa Tengah.

Pelaku diketahui menggunakan identitas palsu seperti “KUA HUMAS-032”, lengkap dengan logo resmi Kementerian Agama dan tautan layanan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) agar terlihat meyakinkan.

Tak hanya itu, korban juga diminta melakukan pembayaran melalui QRIS tidak resmi.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Ahmad Zayadi, menegaskan seluruh proses pendaftaran nikah hanya dilakukan melalui kanal resmi milik Kementerian Agama.

“Seluruh layanan pendaftaran nikah harus dipastikan melalui kanal resmi Kementerian Agama. Masyarakat jangan mudah percaya terhadap pihak yang menghubungi secara pribadi lalu meminta pembayaran tertentu di luar prosedur resmi,” ujar Ahmad Zayadi di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Zayadi, seluruh administrasi pernikahan resmi dilakukan melalui SIMKAH dan aplikasi PUSAKA Superapps Kemenag.

Melalui sistem tersebut, seluruh data calon pengantin, lokasi akad, hingga pembayaran akan tercatat otomatis dan transparan.

Kemenag juga menegaskan biaya resmi akad nikah di luar KUA sebesar Rp600 ribu hanya dibayarkan melalui e-Billing resmi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dokumen e-Billing resmi memuat identitas pasangan, tanggal akad, kode billing, serta nama KUA penerbit.

“Kalau akad nikah dilaksanakan di KUA pada jam kerja, itu tidak dipungut biaya,” kata Zayadi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya jika ada pihak yang meminta transfer langsung atau pembayaran di luar mekanisme resmi pemerintah.

Syarat Resmi Daftar Nikah 2026

Kemenag juga mengingatkan calon pengantin agar memahami syarat administrasi resmi pendaftaran nikah sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2024.

Beberapa dokumen yang wajib disiapkan antara lain:

Surat pengantar nikah dari kelurahan/desa

Fotokopi KTP dan KK

Fotokopi akta kelahiran

Pasfoto berlatar biru

Surat keterangan sehat

Surat persetujuan calon pengantin

Akta cerai atau akta kematian bagi duda/janda

Surat izin orang tua bagi usia di bawah 21 tahun

Selain itu, pendaftaran nikah wajib dilakukan paling lambat 10 hari kerja sebelum akad berlangsung.

Kemenag juga mengingatkan setiap calon pengantin wajib mengikuti program Bimbingan Perkawinan sebelum akad nikah dilaksanakan.

Masyarakat diimbau segera melapor jika menemukan akun, pesan, atau pihak mencurigakan yang mengatasnamakan KUA dan meminta pembayaran di luar prosedur resmi pemerintah. (Kusuma/Mun)

TRENDING