EKBIS
Rupiah Hijau di Akhir Juli
AKTUALITAS.ID – Rupiah membuka perdagangan terakhir Juli dengan sentimen positif. Setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya, mata uang Garuda berhasil berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), memberikan sedikit angin segar bagi pelaku pasar di tengah kuatnya tekanan global.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat 37 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp18.074 per dolar AS, dibandingkan penutupan Kamis yang berada di Rp18.111 per dolar AS.
Sementara itu, data Refinitiv mencatat rupiah sempat terapresiasi hingga 0,19 persen ke posisi Rp18.040 per dolar AS pada awal perdagangan. Penguatan tersebut menjadi pembalikan arah setelah sehari sebelumnya rupiah terkoreksi sekitar 0,17 persen.
Meski demikian, volatilitas masih cukup tinggi. Pada sekitar pukul 09.10 WIB, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp18.054 per dolar AS, menunjukkan pergerakan yang dinamis seiring aktivitas pelaku pasar.
Di kawasan Asia, rupiah termasuk mata uang dengan performa terbaik pada perdagangan pagi. Penguatan rupiah hanya berada di bawah peso Filipina, sementara ringgit Malaysia, baht Thailand, yuan China, dan dolar Taiwan juga bergerak menguat terhadap dolar AS.
Sebaliknya, yen Jepang, won Korea Selatan, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong justru mengalami pelemahan terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Di tengah penguatan rupiah, dolar AS secara global masih menunjukkan tenaga. Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat naik ke kisaran 100,13, menandakan permintaan terhadap dolar masih relatif kuat.
Sorotan pasar global juga tertuju pada pergerakan yen Jepang. Mengutip Yahoo Finance, yen sempat mencatat lonjakan terbesar sejak 2022 terhadap dolar AS. Sejumlah analis menilai pergerakan tajam tersebut diduga dipengaruhi oleh langkah intervensi otoritas Jepang untuk menopang mata uangnya, meski pemerintah Jepang tidak secara langsung mengonfirmasi adanya intervensi pada saat itu.
Bagi pasar domestik, penguatan rupiah pada awal perdagangan menjadi sinyal positif. Namun, arah pergerakan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh sentimen global, perkembangan ekonomi internasional, serta pergerakan indeks dolar AS yang tetap menjadi faktor utama bagi mata uang negara berkembang. (Firman/Mun)
-
POLITIK30/07/2026 13:00 WIBBawaslu Bongkar Modus Baru Politik Uang Digital
-
NUSANTARA30/07/2026 12:30 WIBHampir 1 Hektare Hutan Gunungkidul Ludes Dilalap Api
-
RIAU30/07/2026 14:00 WIBEkspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Siap Melayani Masyarakat hingga Pulau Terluar
-
NUSANTARA30/07/2026 13:40 WIBPolisi Tetapkan Anggota DPRD Medan Tersangka Pengeroyokan
-
NASIONAL30/07/2026 15:00 WIBPrabowo Resmi Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan
-
NASIONAL31/07/2026 09:00 WIBEddy Soeparno Dorong Ketahanan Energi Nasional
-
JABODETABEK31/07/2026 08:30 WIBPengendara Vario Tewas Usai Tabrakan Adu Banteng
-
NUSANTARA30/07/2026 14:30 WIBPakar Hukum: Daluwarsa Harus Jadi Pertimbangan Utama Majelis Hakim dalam Perkara Lahan Transmigrasi Kukar

















