NASIONAL
Puteri Komarudin Minta RUU Keuangan Negara Tak Sekadar Atur Administrasi
AKTUALITAS.ID – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keuangan Negara di Senayan memanas. Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, melontarkan kritik tajam agar pengelolaan triliunan rupiah uang rakyat tidak berakhir sebagai tumpukan dokumen administratif yang miskin dampak nyata.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja RUU Keuangan Negara bersama sejumlah pakar ekonomi, Kamis (17/9/2026), politikus Fraksi Partai Golkar ini menyoroti keras potensi tumpang tindih regulasi. Merespons usulan Prof. Didik J. Rachbini dari INDEF terkait penyisipan aturan antikolusi dan pengadaan barang/jasa dalam RUU tersebut, Puteri mendesak kejelasan batasan ruang lingkup. Ia menilai urusan tersebut jauh lebih tepat diletakkan dalam ‘rumah’ RUU Pengadaan Barang dan Jasa yang sudah masuk Prolegnas.
“Saya sepakat dengan apa yang tertuang, tapi harus dipastikan apakah rumahnya lebih tepat di undang-undang khusus agar tidak tumpang tindih,” tegas Puteri di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI.
Lebih tajam lagi, Puteri menantang efektivitas tata kelola anggaran negara yang selama ini diklaim sudah berorientasi pada hasil (result-oriented). Ia juga menyikapi dingin gagasan Kepala LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin, yang mengusulkan pembentukan komite analisis fiskal nonpartisan bergaya Selandia Baru.
Menurut Puteri, negara tidak perlu repot membentuk badan baru karena DPR RI telah ditopang oleh Badan Keahlian DPR yang diisi deretan praktisi dan profesor mapan untuk menyuplai analisis independen setiap minggunya.
Bagi Puteri, penyakit utama pengelolaan keuangan negara saat ini bukan pada minimnya konsep atau kurangnya komite pengawas. Tantangan paling brutal adalah memaksa seluruh kementerian dan lembaga negara benar-benar mengeksekusi anggaran yang menghasilkan output dan outcome di lapangan.
“Bagaimana memastikan pendekatan berbasis hasil ini benar-benar bukan hanya jargon? Adakah langkah teknis yang konkret sebagai keputusan politik agar output dan outcome ini tidak mati hanya menjadi pembahasan di ruang rapat?” tantang Puteri memungkas rapat. (Mun)
-
RAGAM17/09/2026 13:30 WIBCDC: 48 Negara Bagian Laporkan Lonjakan COVID
-
RIAU17/09/2026 15:30 WIBSindikat SIM Palsu Dibongkar, Tiga Pejabat Polres Siak Diberikan Penghargaan
-
NASIONAL17/09/2026 17:00 WIBBakom RI: Prabowo Gagas Akademi Khusus Pejabat
-
POLITIK17/09/2026 13:00 WIBPDIP: Syarat Parlemen 5% Biar Gampang Atur Kuasa
-
NASIONAL17/09/2026 14:00 WIBEddy Soeparno Serukan Kampus Kawal RUU Perubahan Iklim
-
RIAU17/09/2026 12:30 WIBBupati Kasmarni Jajal Speedboat Mahasiswa Polbeng
-
JABODETABEK17/09/2026 14:30 WIBPredator Anak Jaktim Babak Belur Mandi Darah Dihajar Warga
-
DUNIA17/09/2026 15:00 WIB20 Nyawa Melayang dalam Runtuhnya Gedung di Gaza

















