Connect with us

NASIONAL

Musa Desak Kemendes Buka-bukaan Soal Kinerja Pendamping Desa

Aktualitas.id -

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Musa Rajekshah, foto: ist

AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Musa Rajekshah, membongkar borosnya anggaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Dalam RDP bersama Eselon I Kemendes dan Kementerian Transmigrasi, Rabu [02/09/2026], ia terang-terangan minta evaluasi total program pendamping desa.

Pasalnya, 70 persen anggaran Kemendes habis hanya untuk honor pendamping desa.

“Manfaatnya dengan adanya pendamping desa ini apa untuk kehidupan masyarakat di desa? Atau bagaimana tentang program Kementerian Desa memfungsikan pendamping desa?” sentil Musa yang akrab disapa Ijeck.

Musa mempertanyakan efektivitas 25.380 pendamping desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Anggaran jumbo, tapi dampak ke kesejahteraan rakyat dinilai masih nihil.

Ia juga menyoroti klaim manis pemerintah soal desa mandiri. Data Kemendes menyebut desa mandiri sudah mencapai 27 persen dari total desa di Indonesia. Namun di sisi lain, angka kemiskinan masih nongkrong di angka lebih dari 12 juta jiwa.

BACA JUGA  Musa Rajekshah: Kader Golkar Sumut Mendukung Airlangga Hartarto Sebagai Capres 2024

“Setelah berjalan ini sudah hampir dua tahun tentang program di Kementerian Desa, ada beberapa program, contoh program Sehati dan juga beberapa program lain. Saya tidak tahu apakah program ini sudah jalan, apakah memang ada manfaatnya, bagaimana penilaiannya,” tegasnya.

Menurut eks Wakil Gubernur Sumut itu, pembangunan desa adalah kunci Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Tapi program yang ada justru tidak terukur.

“Kami ingin tahu juga bagaimana program itu, bagaimana juga penilaian desa yang menjadi mandiri tadi. Karena terkadang kami turun ke daerah, masyarakat bertanya karena ketimpangan antara desa mandiri dengan desa yang masih statusnya desa tertinggal,” pungkas Ijeck.

BACA JUGA  Golkar Desak BMKG Perkuat Alarm Gempa

Desa diklaim mandiri, rakyat masih miskin. Pendamping dibayar mahal, desa tetap tertinggal. Kemendes harus jawab! (Mun)

TRENDING