NASIONAL
BMKG Minta Daerah Siaga Hadapi Kemarau Ekstrem
AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi Indonesia telah memasuki fenomena El Nino kategori kuat, yang berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang dan lebih kering hingga kuartal pertama tahun 2027.
Peringatan tersebut menjadi sinyal agar masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan, krisis air bersih, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa bulan ke depan.
Dampak El Nino mulai dirasakan di sejumlah daerah. Di Kabupaten Lebak, Banten, warga di beberapa kecamatan dilaporkan harus berjalan hingga sekitar lima kilometer untuk memperoleh air bersih dari sungai akibat sumber air di sekitar permukiman mengering.
Sementara di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pendangkalan Sungai Kapuas membuat pasokan air baku semakin terbatas sehingga masyarakat dan PDAM setempat harus mengolah air bercampur lumpur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Wilayah Paling Berisiko
Menurut BMKG, kawasan di selatan garis khatulistiwa menjadi wilayah yang paling rentan terdampak karena fenomena El Nino bertepatan dengan musim kemarau.
Wilayah yang diperkirakan mengalami dampak paling besar meliputi:
Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Sumatera bagian selatan.
Kalimantan bagian selatan, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Sulawesi bagian selatan dan sebagian utara.
Papua Selatan.
BMKG juga mencatat bahwa di sejumlah wilayah Pulau Jawa, Hari Tanpa Hujan (HTH) telah berlangsung lebih dari 60 hari berturut-turut, yang menunjukkan kondisi kekeringan sudah berada pada kategori ekstrem.
Memasuki Agustus hingga September, kondisi tersebut diperkirakan semakin meluas, termasuk ke wilayah Sumatera bagian tengah.
Pemerintah Perkuat Mitigasi
Untuk mengurangi dampak kekeringan, pemerintah bersama BMKG dan sejumlah kementerian serta lembaga terus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai daerah.
Sejumlah langkah mitigasi yang dilakukan antara lain:
Melakukan pembasahan lahan gambut di wilayah rawan kebakaran di Sumatera dan Kalimantan.
Memanfaatkan potensi hujan untuk mengisi waduk dan danau strategis, termasuk di DAS Citarum, Batam, Danau Toba, dan kawasan PLTA Poso.
Menyalurkan sekitar 100.000 unit pompa air serta merehabilitasi jaringan irigasi hingga 900.000 hektare untuk menjaga produktivitas sektor pertanian.
BMKG mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, mengurangi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah.
Di tengah meningkatnya ancaman El Nino, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak kekeringan, menjaga ketahanan pangan, serta mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL02/08/2026 17:00 WIBPolri: Jangan Bangun Narasi Menakutkan soal Pagar Mal
-
NUSANTARA02/08/2026 16:00 WIBKebakaran Dahsyat Hantam KMP Mutiara Sentosa 2
-
NASIONAL02/08/2026 19:00 WIBKepala BGN Ancam Mutasi Pegawai yang Tak Disiplin
-
JABODETABEK02/08/2026 20:00 WIBPelaku Begal yang Lolos dari Amuk Massa Akhirnya Dibekuk
-
NUSANTARA02/08/2026 22:00 WIBMahasiswi Undana Depresi Usai Sidang Batal 12 Kali
-
DUNIA02/08/2026 18:00 WIB3 Pilot Lenyap Tanpa Jejak Usai Hancurkan Pangkalan AS di Qatar
-
RAGAM02/08/2026 23:00 WIBCatat! Long Weekend Agustus 2026 Resmi Menanti
-
POLITIK03/08/2026 06:00 WIBJokowi: Target PSI Jauh Lebih Besar dari Kursi DPR

















