Connect with us

DUNIA

Saudi : Tak Ada Damai dengan Israel Tanpa Palestina Merdeka

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan garis merah yang tak bisa ditawar: tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel tanpa berdirinya negara Palestina yang merdeka. Riyadh menuntut pembentukan negara Palestina berdasarkan garis perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Sikap tegas ini memukul mundur manuver diplomatik Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump. Sebelumnya, laporan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Washington mencoba menggunakan perjanjian kerja sama nuklir sipil AS-Arab Saudi sebagai alat tawar. Trump telah merujuk kesepakatan nuklir tersebut ke Kongres, namun pejabat AS memberikan ancaman terselubung.

“Kesepakatan nuklir tidak akan berlanjut kecuali Arab Saudi bergabung dengan Kesepakatan Abraham,” tegas seorang sumber internal pemerintahan AS.

BACA JUGA  Usai Serangan Israel ke Gaza, Otoritas Palestina Tangkap Aktivis di Tepi Barat

Skenario barter politik ini mengemuka tepat setelah Menteri Energi AS Chris Wright dan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menandatangani dokumen kerja sama nuklir. Washington berharap ambisi energi nuklir Riyadh bisa melunakkan pendirian Kerajaan terkait Israel.

Namun, kalkulasi politik AS dan Israel meleset. Sumber internal Saudi mengonfirmasi kepada Channel 12 Israel bahwa Riyadh menolak mentah-mentah pengaitan proyek nuklir dengan normalisasi hubungan.

Bagi Arab Saudi, kedaulatan Palestina bukanlah barang dagangan yang bisa ditukar dengan teknologi nuklir sipil. Riyadh memilih bertahan pada posisi historisnya, sekaligus mengirim pesan keras ke Washington dan Tel Aviv bahwa diplomasi kawasan tidak bisa didikte oleh kepentingan sepihak. (Mun)

BACA JUGA  Israel Gempur Suriah, Ledakan Guncang Homs, Latakia, dan Palmyra

TRENDING