POLITIK
PSI: Tak Gentar Ambang Batas Parlemen Naik 5 Persen
AKTUALITAS.ID – Dinamika tata kelola legislatif kembali memanas menyusul manuver sejumlah elite Senayan yang mewacanakan kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) menjadi 5 persen. Di tengah kepanikan mayoritas partai non-parlemen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) justru tampil merespons usulan regulasi tersebut dengan nyali besar.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, secara blak-blakan menegaskan bahwa lonjakan ambang batas ke angka 5 persen sama sekali bukan ancaman yang menakutkan. Kepercayaan diri ini diklaim merujuk pada tren positif elektabilitas PSI yang telah menyentuh angka 4,1 persen pada survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terakhir, serta sokongan data survei internal yang dirahasiakan.
“Angka 5 bukan angka menakutkan bagi PSI. Kami pasti akan ikut berapapun nilai ambang batasnya,” tegas Bestari di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Meski tidak gentar dengan tantangan angka, Bestari menembakkan kritik tajam terhadap proses penyusunan inisiatif kebijakan tersebut yang dinilai eksklusif dan sepihak. Ia mempertanyakan mekanisme lobi tertutup yang tiba-tiba melahirkan angka 5 persen, padahal Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengamanatkan agar partai-partai non-parlemen dilibatkan secara penuh dalam pembahasan.
Lebih lanjut, Bestari membongkar celah logika dari argumentasi penyederhanaan partai yang kerap digaungkan elite Senayan. Ia memperingatkan bahwa kenaikan PT justru akan memicu pemborosan suara rakyat yang gagal dikonversi menjadi kursi di parlemen, sebagaimana terjadi dalam dua pemilu terakhir.
“Kalau itu naik, alasannya untuk apa? Dari 4 persen ke 5 persen apa maslahatnya buat masyarakat? Jika tujuannya menyederhanakan, seharusnya yang disederhanakan adalah syarat pembentukan fraksi di DPR, bukan dengan membuang suara rakyat lewat ambang batas,” pungkas Bestari memberikan solusi tandingan. (Bowo/Mun)
-
JABODETABEK04/11/2026 05:30 WIBBMKG: Sebagian Besar Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Rabu
-
NASIONAL04/11/2026 05:00 WIBIJTI Usulkan Udin Bernas Jadi Pahlawan Nasional, Mensos Siapkan Proses Pengusulan
-
EKBIS04/11/2026 10:30 WIBRupiah Perkasa Lawan Dolar AS Jelang Pemilu Amerika
-
POLITIK04/11/2026 06:00 WIBHabiburokhman Ungkap Dugaan Polisi Minta Rp50 Juta ke Kader Gerindra
-
EKBIS04/11/2026 09:30 WIBIHSG Anjlok Hampir 1,5 Persen
-
NUSANTARA04/11/2026 08:30 WIBBandar Sabu di Morowali Pakai AI untuk Jalankan Bisnis Haram
-
Berita04/11/2026 10:00 WIBMenko Yusril Sebut Kasus Presiden Prabowo Belum Dijerat Makar
-
POLITIK04/11/2026 11:00 WIBHabiburokhman Pastikan Isu Gibran Dibedah dalam Rapat Fraksi
















