DUNIA
Kapal Raksasa China Tabrak Kapal Milik Filipina di Laut China Selatan
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Laut China Selatan kembali mendidih. Kapal Coast Guard China dilaporkan sengaja menabrak dan merusak kapal milik Filipina yang tengah menjalankan misi damai pengiriman pasokan bahan bakar untuk nelayan pada Jumat (18/92026).
Insiden brutal ini menyasar kapal BRP Datu Magat Salamat milik Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan (BFAR) Filipina. Akibat hantaman tersebut, pagar dan struktur dek kapal Filipina mengalami kerusakan signifikan.
“Kapal China CCG-21585 menabrak BRP Datu Magat Salamat saat melakukan patroli maritim untuk mendistribusikan bahan bakar kepada nelayan kami,” tegas Juru Bicara Penjaga Pantai Filipina (PCG), Jay Tarriela.
Tidak berhenti pada tabrakan, kapal China tersebut terus melakukan provokasi. Tarriela mengungkap bahwa pasca-benturan, CCG-21585 melakukan manuver ekstrem dengan melintas tepat di belakang buritan kapal Filipina dalam jarak sangat kritis, yakni hanya sekitar lima meter.
Filipina menegaskan insiden tabrakan ini terjadi di lepas pantai Provinsi Palawan, yang secara sah masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Manila. Namun, Beijing merespons dengan narasi berbeda dan langsung menuding balik Filipina.
Pihak Coast Guard China berdalih kapal Filipina telah mengabaikan rentetan peringatan yang mereka berikan. “Kapal Filipina tiba-tiba memotong haluan kapal Coast Guard China dekat Xianbin Jiao sehingga menyebabkan tabrakan,” demikian pernyataan resmi Coast Guard China yang dilansir Global Times.
Beijing menyebut tindakan Filipina melanggar hukum internasional dan mengancam keselamatan kapal-kapal China.
Wilayah Xianbin Jiao, yang juga dikenal sebagai Escoda atau Sabina Shoal, adalah atol dataran rendah di Kepulauan Spratly yang menjadi salah satu titik api sengketa kedua negara. Insiden ini semakin memperpanjang daftar arogansi Beijing yang terus mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan secara sepihak, meski Pengadilan Arbitrase Internasional pada 2016 lalu telah menolak tegas klaim historis China tersebut. Namun, hingga detik ini, Beijing terus mengabaikan hukum internasional dan memperkuat armada agresifnya di perairan sengketa. (Mun)
-
POLITIK03/11/2026 11:00 WIBDemokrat Ultimatum Pemerintah Jangan Lelet Urus KPU
-
EKBIS03/11/2026 09:30 WIBSempat Terbang, IHSG Tiba-tiba Terjun Bebas Lewati 5.050
-
NASIONAL03/11/2026 10:00 WIBMenteri LH Bongkar Dalang Politik di Balik Kebakaran Hutan
-
EKBIS03/11/2026 10:30 WIBEfek Boikot Membara! Saham RANS Hancur Lebur Kian Jauh di Bawah IPO
-
EKBIS03/11/2026 09:00 WIBMenko Bahlil Minta RKAB Jadi Senjata Kendalikan Pasar Nikel
-
DUNIA03/11/2026 18:00 WIBBayi 2 Bulan Tewas dalam Ledakan Bom Truk Kolombia
-
JABODETABEK03/11/2026 13:30 WIBPria Bawa Uang Palsu Rp20 Juta Diciduk Polisi
-
EKBIS03/11/2026 11:33 WIBRupiah Dipermainkan Dolar
















