Connect with us

NUSANTARA

Tiga Warga Hilang Usai Banjir Bandang di Buleleng

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Alam kembali menunjukkan kekuatannya. Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Bali utara berujung pada tragedi memilukan. Banjir bandang menerjang pemukiman warga di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Jumat malam (6/3/2026), menyisakan duka mendalam dan kerusakan bangunan yang cukup parah.

Dusun Santal dan Dusun Ambengan di Desa Banjar menjadi titik terparah yang tersapu luapan air bah dari Sungai Mendaum. Berdasarkan laporan terkini, bencana ini menelan satu korban jiwa, sementara tiga warga lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kisah tragis datang dari Dusun Santal. Seorang warga bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah berupaya menyelamatkan mobil miliknya saat air mulai naik.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengungkapkan bahwa korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan meraih pohon kopi setelah keluar dari mobilnya. Namun, nasib berkata lain. Tubuh korban terhantam pohon besar yang terseret arus banjir yang sangat kuat.

“Jenazahnya baru ditemukan warga sekitar pukul 23.00 WITA setelah air mulai surut, dan langsung dievakuasi ke RSU Pratama Tanguwisia,” jelas Donny pada Sabtu (7/3/2026).

Duka tak berhenti di situ. Di Dusun Ambengan, satu keluarga dilaporkan hilang akibat rumah mereka jebol dihantam derasnya luapan Sungai Mendaum. Ketiga korban yang masih dalam pencarian adalah seorang ibu bernama Komang Suci (44) beserta kedua buah hatinya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) baru menerima informasi tersebut pada Jumat malam pukul 22.10 WITA. Namun, upaya pencarian awal sempat terkendala oleh kondisi medan yang gelap gulita dan jarak pandang yang sangat terbatas.

Memasuki Sabtu pagi (7/3/2026), operasi SAR kembali digencarkan. Sebanyak tujuh personel dari Pos SAR Buleleng dikerahkan untuk menyisir area di sekitar rumah korban yang hancur.

Tak hanya di darat, tim penyelamat juga memperluas radius pencarian hingga ke area muara sungai dan sepanjang bibir pantai. Fokus penyisiran ini dilakukan mengingat besarnya volume air yang berpotensi menyeret material dan korban hingga ke laut.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan. Pihak berwenang terus berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya dan perangkat desa untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version