Connect with us

OASE

Detik-detik Mencekam Umar bin Khattab Selamatkan Nabi dari Pedang Umair yang Berujung Hidayah

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Ancaman terhadap Nabi Muhammad SAW tidak berhenti meski kaum Muslimin meraih kemenangan dalam Perang Badar. Kekalahan telak tersebut justru memicu kemarahan besar di kalangan Quraisy di Makkah.

Dalam kitab Sirah Nabawiyah karya Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, disebutkan bahwa para pemuka Quraisy merancang konspirasi rahasia untuk menghabisi Rasulullah.

Tokoh Quraisy, Umair bin Wahb, disebut menjadi eksekutor rencana tersebut. Ia bersepakat dengan Shafwan bin Umayyah yang menjanjikan pelunasan utang dan perlindungan bagi keluarganya.

Dengan pedang yang telah diasah tajam, Umair berangkat menuju Madinah membawa misi pembunuhan terhadap Rasulullah SAW.

Setibanya di Madinah, gerak-gerik Umair langsung memicu kecurigaan Umar bin Khattab. Melihat musuh lama datang dengan pedang, Umar segera melaporkan hal tersebut kepada Nabi.

Bahkan, Umar sempat menginstruksikan para sahabat untuk bersiaga, mengantisipasi kemungkinan serangan mendadak.

Namun, situasi berubah drastis ketika Rasulullah SAW justru mempersilakan Umair masuk. Dalam pertemuan tersebut, Nabi secara mengejutkan mengungkap percakapan rahasia antara Umair dan Shafwan di Makkah—sesuatu yang mustahil diketahui orang lain.

Pengungkapan ini membuat Umair terkejut dan tidak mampu mengelak.

Di luar dugaan, Umair akhirnya mengakui kebenaran kenabian dan memeluk Islam di hadapan Rasulullah SAW. Ia bersaksi bahwa tidak mungkin informasi tersebut diketahui kecuali melalui wahyu dari Allah.

Rasulullah kemudian memerintahkan para sahabat untuk mengajarkan Islam kepada Umair dan membebaskan anaknya yang menjadi tawanan.

Sementara itu di Makkah, Shafwan bin Umayyah sempat menunggu kabar keberhasilan rencana tersebut. Namun, yang datang justru berita bahwa Umair telah masuk Islam.

Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi Quraisy. Bahkan setelah kembali ke Makkah, Umair aktif berdakwah hingga banyak orang mengikuti jejaknya masuk Islam.

Kisah ini menjadi bukti bahwa ancaman besar terhadap Rasulullah justru berujung pada kemenangan dakwah. Kewaspadaan sahabat seperti Umar bin Khattab berpadu dengan ketenangan dan keyakinan Rasulullah dalam menghadapi situasi genting.

Lebih dari itu, peristiwa ini menunjukkan bagaimana hidayah dapat mengubah musuh menjadi pembela Islam. (Mun)

Continue Reading

TRENDING

Exit mobile version