POLITIK
Meski di Luar Pemerintahan, PDIP Beri ‘Kartu Merah’ untuk Kepala PCO Prabowo
AKTUALITAS.ID – Isu perombakan kabinet atau reshuffle pasca Hari Raya Lebaran semakin santer terdengar. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan tengah mempertimbangkan evaluasi kinerja sejumlah menteri dan kepala lembaga yang dianggap belum optimal.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, menyarankan agar Presiden Prabowo menjadikan hasil survei kepuasan publik sebagai salah satu tolok ukur dalam menilai kinerja para pembantunya. Ia juga menyoroti sejumlah pernyataan kontroversial yang dinilai blunder dan tidak selaras dengan program presiden.
“Evaluasi kabinet saya kira presiden bisa menyimak survei opini publik dan penilaian kualitatif terhadap kabinetnya yang dianggap oleh publik tidak mampu menerjemahkan program presiden tapi malah membuat pernyataan yang blunder,” kata Guntur.
Salah satu contoh blunder yang secara khusus disorot oleh Guntur adalah pernyataan Kepala Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, terkait insiden teror kepala babi yang dialamatkan ke kantor redaksi Tempo beberapa waktu lalu. Guntur menilai respons Hasan Nasbi menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap isu kebebasan pers dan bahkan dianggap menormalisasi tindakan teror.
“Harus dipecat. Itu menormalisasi teror pada pers,” tegas Guntur. Ia menekankan bahwa aksi teror terhadap jurnalis tidak dapat dijadikan bahan candaan, dan respons yang meremehkan justru dapat dianggap sebagai pemakluman terhadap tindakan intimidasi.
Selain menyoroti Kepala PCO, Guntur juga menyoroti kinerja sejumlah menteri di bidang ekonomi. Menurutnya, kondisi ekonomi yang kurang menggembirakan belakangan ini menjadi indikator penting yang perlu dievaluasi oleh Presiden Prabowo.
Secara spesifik, Guntur menyoroti Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara. Rangkap jabatan ini dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan kebingungan di kalangan publik serta pelaku ekonomi. “Pemain bola sekaligus jadi wasit,” sindirnya.
Meskipun memberikan sejumlah catatan evaluasi, Guntur Romli menegaskan keputusan reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. Ia juga kembali menyatakan PDI Perjuangan akan tetap konsisten berada di luar pemerintahan. “Reshuffle hak prerogatif presiden, PDI Perjuangan tetap konsisten berada di luar pemerintahan,” pungkasnya. (Mun/Ari Wibowo)
-
NASIONAL24/03/2026 06:00 WIBUsai Libur Lebaran, Yaqut Kembali Masuk Rutan KPK
-
JABODETABEK24/03/2026 16:00 WIBPeringati Hari MRT 2026, MRT Jakarta Terapkan Tarif Khusus Rp243
-
NUSANTARA24/03/2026 07:30 WIBHilang Kendali, Terios Masuk Jurang 100 Meter di Karangasem Bali
-
POLITIK24/03/2026 11:00 WIBWaspada! Pengamat Intelijen Ungkap Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros
-
NUSANTARA24/03/2026 18:00 WIBLedakan Petasan Tewaskan Satu Korban di Pekalongan Â
-
NASIONAL24/03/2026 07:00 WIBEks Wamenaker Noel Minta Jadi Tahanan Rumah
-
DUNIA24/03/2026 15:00 WIBBoncos Lawan Iran! Israel Habiskan Rp108 Triliun dalam 20 Hari Pertama
-
DUNIA24/03/2026 08:00 WIBTragis di Gaza: Bayi 18 Bulan Jadi Korban Penyiksaan Militer Israel

















