DUNIA
China Panik, Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Israel Lewat Darat di Tengah Perang Membara
AKTUALITAS.ID – Situasi di Timur Tengah makin memburuk. Pemerintah China mengeluarkan perintah darurat bagi seluruh warganya yang berada di Israel untuk segera meninggalkan negara itu melalui jalur darat. Langkah ini diambil menyusul eskalasi konflik bersenjata antara Israel dan Iran yang kian tak terkendali.
Imbauan itu dikeluarkan oleh Kedutaan Besar China di Israel lewat aplikasi WeChat pada Selasa (17/6/2025) waktu setempat. Dalam pengumumannya, Kedubes menyatakan situasi keamanan di Israel telah memburuk secara signifikan, terutama karena serangan balasan Iran yang telah merusak berbagai fasilitas sipil dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.
“Saat ini, konflik Israel-Iran terus meningkat, dengan fasilitas sipil rusak dan korban sipil meningkat, sehingga situasi keamanan semakin parah,” tulis Kedubes China dalam pernyataan resminya.
Karena wilayah udara Israel ditutup imbas serangan rudal, Kedubes China menginstruksikan warganya untuk meninggalkan negara tersebut melalui jalur darat menuju Yordania, baik untuk kembali ke tanah air maupun mencari tempat aman di negara ketiga.
Situasi ini merupakan dampak langsung dari Operasi Rising Lion yang dilancarkan Israel sejak Jumat (13/6/2025), menyasar fasilitas militer dan nuklir Iran. Serangan itu termasuk target-target strategis seperti laboratorium riset dan tokoh penting dalam program nuklir Teheran.
Iran tak tinggal diam. Dalam waktu singkat, Negeri Para Mullah meluncurkan serangan balasan bertajuk True Promise III, dengan ratusan drone dan rudal balistik yang berhasil menembus sistem pertahanan udara Iron Dome Israel.
Dampak dari perang terbuka ini begitu nyata. Setidaknya 224 orang tewas di Iran, termasuk beberapa pejabat tinggi, sementara di Israel, 24 warga dilaporkan meninggal dunia akibat serangan balik.
Ketegangan yang meningkat ini mendorong banyak negara, termasuk China, untuk mengambil langkah cepat demi keselamatan warganya di wilayah konflik. Dunia kini menahan napas, menanti apakah eskalasi ini akan memicu perang regional yang lebih luas. (Mun)
-
NUSANTARA16/08/2026 19:00 WIBKorban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 51
-
EKBIS16/08/2026 13:00 WIBPromo Merdeka! BBM Pertamina Diskon Rp450/Liter
-
DUNIA16/08/2026 18:00 WIBChina Mulai Tekan AS di Pasar Chip Memori
-
NASIONAL16/08/2026 06:00 WIBEddy Soeparno Puji Pidato Prabowo Soal Ekonomi Karbon
-
NASIONAL16/08/2026 11:00 WIBBenda Militer Jatuh Hantam Mobil Warga, TNI AU Minta Maaf dan Langsung Tanggung Jawab
-
OASE16/08/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bongkar Dahsyatnya Gempa
-
DUNIA16/08/2026 12:00 WIBBlackout Serempak Guncang 4 Negara
-
NASIONAL16/08/2026 09:00 WIBSosok Susanah yang Dipanggil di Pidato Negara Ternyata Bukan Buruh Pengupas Bawang

















