Connect with us

POLITIK

IPKI: Partai Politik yang Berjuang untuk Kedaulatan Rakyat dan Penerapan Pancasila

Aktualitas.id -

Logo IPKI, Foto: Isr

AKTUALITAS.ID – Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, atau dikenal sebagai IPKI, merupakan salah satu partai politik bersejarah di Indonesia. Partai ini berakar dari organisasi IPKI yang dibentuk pada 20 Mei 1954 oleh sejumlah tokoh militer terkemuka seperti Kolonel A.H. Nasution, Kolonel Gatot Subroto, dan Kolonel Aziz Saleh. Kehadiran IPKI sejak awal membawa semangat menjaga dan mengawal cita-cita kemerdekaan, terutama melalui penguatan ideologi Pancasila.

Pada masa awal Orde Baru, hubungan politik IPKI lebih dekat dengan Golkar. Namun ketika pemerintah melakukan fusi partai pada tahun 1973, IPKI memilih bergabung ke dalam Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Setelah itu, dalam Kongres 1994, IPKI berubah status menjadi organisasi masyarakat nonafiliasi.

Menjelang Pemilu 1997, IPKI kembali melakukan konsolidasi internal dan menarik garis politik mendekati Golkar dengan memberikan dukungan aspiratif pada masa tersebut.

Tujuan dan Program Politik Partai IPKI

Salah satu tujuan utama IPKI adalah mengamalkan falsafah dan ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Partai ini ingin mewujudkan kedaulatan rakyat melalui sistem politik yang adil serta memperjuangkan stabilitas nasional.

Di bidang politik, IPKI pernah menegaskan sikap agar peran sosial politik ABRI (kini TNI-Polri) tetap dipertahankan, namun dengan jumlah keterlibatan yang dikurangi. IPKI juga berpendapat bahwa pemilihan presiden sebaiknya tetap dilakukan melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sesuai sistem yang berlaku saat itu.

Partisipasi IPKI dalam Pemilihan Umum

IPKI telah tiga kali mengikuti pemilihan umum di Indonesia:

Pemilu 1955

1 – Perolehan suara: 541.306 suara (1,43%)

2 – Kursi DPR: 4 kursi

3 – Konstituante: 8 kursi setelah meraih 544.803 suara (1,44%)

IPKI saat itu menjadi salah satu kekuatan politik dengan basis dukungan dari kalangan pejuang kemerdekaan dan masyarakat yang menginginkan stabilitas pasca revolusi.

Pemilu 1971

1 – Nomor urut: 10

2 – Perolehan suara: 338.043 suara (0,61%)

3 – Kursi DPR: 0

Pada masa Orde Baru, IPKI tidak berhasil mendapatkan kursi di DPR karena dominasi Golkar dan struktur politik yang telah berubah.

Pemilu 1999

1 – Nomor urut: 27

2 – Perolehan suara: 328.654 suara (0,31%)

3 – Kursi DPR: 0

Kembalinya IPKI ke gelanggang politik setelah reformasi tidak membuahkan hasil signifikan karena meningkatnya jumlah partai baru dan persaingan yang ketat. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version